Jumat, 26 April 2013

Kisah Sedih Seekor Kupu-kupu (Motivasi)

0 komentar


Suatu hari, seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari, lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam talon kupu-kupu itu ketika berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian, kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya, dia telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya, orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap­-sayapnya mengerut.

Orang tersebut tentu mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-­kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Betapa malangnya kupu-kupu tersebut. Karena ketidakmengertian seseorang, ia jadi kehilangan hak hidupnya yang sempurna dan layak. Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut malah menghambat per­juangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil. Padahal, lubang kecil itu adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya, sehingga kupu-kupu akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Pelajaran sangat berharga bisa kita petik dari kisah seekor kupu-kupu di atas bahwa Tuhan lebih tahu mana yang baik untuk kita, sekalipun kelihatannya jalan untuk itu sukar dan sulit. Dan, sesuatu yang kelihatannya mudah dan sangat masuk akal untuk dilakukan terkadang tidak membawa keberuntungan.




Tuhan lebih tahu mana yang baik untuk kita, sekalipun kelihatannya jalan untuk itu sukar dan sulit. Dan, sesuatu yang kelihatannya mudah dan sangat masuk akal untuk dilakukan terkadang tidak membawa keberuntungan.






Sangat menyedihkan memang, ketika sebuah mat baik tidak menghasilkan sesuatu yang baik. Atau, sebuah pertolongan dan simpatik, tidak membawa kemudahan dan keringanan. Seolah-olah tidak ada keadilan dan keseimbangan.

Tapi, inilah bukti bahwa kehidupan ini ada yang mengatur, dan manusia tidak berhak menafikan Sang Pengatur. Yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Tuhan. Sebab, Tuhan memiliki pertimbangan yang tidak bisa kita sangka-sangka, sekalipun dengan pikiran yang logis. Tuhan punya cara sendiri untuk membuat apa pun dan siapa pun bahagia, sekalipun kadang proses menuju kebahagiaan itu cukup sulit.

Jadi, bahagia itu tercipta, jika kita memintanya pada yang memberi kebahagiaan. Jenis kebahagiaan apa pun itu. Kebahagiaan untuk tumbuh menjadi pribadi, kebahagiaan yang berhubungan dengan pasangan hidup, kebahagiaan yang bersinggungan dengan orang banyak, dan lain sebagainya.

Janganlah kita berpikir, jika proses hidup sulit, maka akan sulit tiba pada tink temu kebahagiaan. Atau sebaliknya, bila proses hidupnya mudah, maka dia akan bertemu dengan mudah pula dengan kehidupan bahagia. Itu adalah pemikiran yang pendek dan sempit. Jangan pernah lupa jika proses yang sulit itu adalah ujian Tuhan, yang punya kompensasi besar bila kita bisa melaluinya. Kompensasi itu adalah, kebahagiaan lahir batin. Dan siapa tahu, mereka yang mendapat kemudahan dalam proses awalnya, pada akhirnya nanti, Tuhan akan memberikan ujian berupa kesulitan. Bukankah Tuhan sangat berhak mengotak­-atik nasib ciptaan-Nya?

Kupu-kupu di atas ada­lah bukti nyata bahwa ia menjadi kupu-kupu yang indah, yang bisa terbang bebas dan mengisap nectar-­nektar, adalah tidak melalui proses yang mudah. Ia harus melalui metamorfosis yang tidak sederhana.

Perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan pequangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita­cita dan harapan yang kita minta.

Jangan khawatir untuk tidak mendapat kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan adalah hak setiap sesuatu, setiap orang, setiap pasangan. Tuhan terlalu mulia jika mesti menuruti kemauan kita, sekalipun itu balk. Tuhan punya kasih sayang yang tak pernah kita sangka. Kasih sayang itu akan diberikan jika kita rela kemauan kita tidak terwujud, tertunda, atau mengalami proses yang sulit.


Tuhan terlalu mulia jika mesti menuruti kemauan kita, seka lipun itu balk. Tuhan punya kasih saying yang tak pernah kita sangka. Kasih saying itu akan diberikan
jika kita rela kemauan kita tidak terwujud, tertunda, atau mengalami proses yang sulit.






Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!

0 komentar:

Poskan Komentar