Selasa, 29 Juli 2014

K A M U

0 komentar

Kamu sukanya ngepoin aku! :p



Read more...

Senin, 02 Juni 2014

Seperempat Cinta

0 komentar

Di ujung hari dimana aku dan kamu saling sapa untuk hal yang tidak biasa. Mungkin saat itu kamu dengan tiga perempat cintamu untuk dia, seperempat lagi yang aku rasa ada untukku dan aku dengan bulatan cinta yang utuh untukmu. Malam itu aku memang merasa lelah, bukan lelah karena bekerja seharian. Tapi lelah memperjuangkan seperempat cinta yang tak jelas dan terombang ambing. Walau hanya seperempat, paling tidak aku bisa merasakan bahwa kamu pun punya perasaan yang sama. Beda porsi, beda pilihan, pun beda tujuan. kamu yang lebih memilih untuk bersama tiga perempat yang lain itu, dan aku yang kukuh dengan satu cinta yang tawar. Hatiku memang tidak tenang, antara bertahan atau merelakan. Bertahan dengan seperempat cinta yang kadang kamu ingat dan yang sering kamu lupakan itu terasa melelahkan. Atau merelakan seperempat cinta yang mampu memberikan kenyamanan yang aku sudah tertambat kukuh pun terasa sulit dan menyakitkan. Tapi mau bagaimana? Toh nyatanya cinta ini terlalu kuat untuk aku lepaskan.


"Jangan membenciku, meski sampai prasangka baik terakhirmu cintamu masih terkhianati, aku mengerti lelahmu, maaf..", saat kamu mengatakan itu, aku mengerti bahwa saat itu kamu sedang melirik seperempat cinta itu. Dan memang nyatanya aku sama sekali tidak sedikitpun membencimu. Bagaimana mungkin aku bisa membenci sesuatu yang memang selama ini aku banggakan? Cinta dan kamu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Aku tidak bisa memperlakukan keduanya dengan berbeda. Membanggakan cinta, lalu membenci kamu. Gak bisa! cinta adalah kamu, Kamu adalah cinta. Mencintaimu adalah kebanggaanku. Dicintaimu walau hanya seperempat adalah kebahagiaanku. Saat ini aku hanya bisa berharap KAMU melihat seperempat cinta itu dan perlahan memenuhinya menjadi satu bulatan yang utuh.








"Mencintaimu adalah suatu kebanggaan dan Dicintaimu adalah suatu kebahagiaan"
"Plasst~







Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Minggu, 16 Februari 2014

AKU DAN DITA

0 komentar

Kenal lewat facebook yang saat itu sama-sama menyandang gelar mahasiswa baru di salah satu universitas negeri di Semarang.  Satu fakultas, satu program studi dan dalam satu ruang belajar. Dia Dita, 19 tahun, berasal dari kota Metropolitan DKI Jakarta.  Awalnya hubungan kita hanya sebatas teman biasa, sekedar berbagi info seputar perkuliahan. Tapi setelah pertemuan pertama, muncul benih-benih cinta. Mungkin itu yang dimaksud cinta pada pandangan pertama.  Wajah cantik polos dibalut kain merah muda, dengan lesung pipi dan bibir tipisnya berhasil  membuatku  takluk seketika. Dia menghancurkan karang wanita yang saat itu berdiri kokoh di relung hati. Ini memang pertama kalinya Aku jatuh cinta lagi setelah 14 bulan ditinggal mantan.  Sejak saat itu, ada saja alasan buat Aku deket sama dia. Dari mulai tugas kuliah sampai hal kecil yang bisa dibilang gak penting. Dan nyatanya, gak butuh waktu sebulan  Aku sudah bisa masuk dalam hari-harinya. Dari mulai berangkat kuliah, ngerjain tugas, dan duduknya pun selalu di dekatku.

Dekat dan semakin dekat. Dengan sosok wanita yang selama ini aku tunggu untuk menata kembali hatiku yang sudah lama terlantar. Dengan kepribadiannya yang lembut, lugu, ceria dan penuh kasih sayang telah benar-benar membuatku meninggalkan dunia yang 14 bulan terakhir aku jalani. Hingga akhirnya Aku merasa yakin, dan ingin segera mungkin untuk mengungkapkan kata “I Love You” untuknya. Tapi tentu tidak semudah itu. Aku ingin mengatakannya dengan cara yang lebih istimewa dan yang belum pernah Aku lakuin. Dan 24 Oktober  yang merupakan  hari ulang tahunnya adalah waktu yang menurutku paling istimewa dan tak terlupakan.

Satu minggu sebelum hari itu, aku menyiapkan semuanya. Aku memulai dengan membuat potongan huruf-huruf ukuran jumbo dari kertas warna merah, biru, dan hijau tua yang akan ku rangkai jadi kalimat “Happy Birtday to you, Dita!”, “I Love You”, dan “Maukah Dita jadi pacarku ?”. Semuanya Aku masukin ke dalam tas ransel hitam yang Aku pinjem dari teman kos sebelah yang biasa dia pake buat muncak. Aku juga memasukan tiga lembar kertas putih polos ukuran jumbo dan dua buah Camera Digital.  Yupss.. Aku memang berniat membuat sebuah video perjalanan Aku menuju puncak gunung demi mengucapkan selamat ulang tahun, sekaligus mengungkapkan isi hatiku ke Dita di atas puncak gunung. Dan gunung yang akan Aku taklukan adalah Gunung Ungaran, Jawa Tengah.



Waktu itu bukan hal yang mudah buatku, karna ini pertama kalinya Aku naik kepuncak gunung. Tapi berbekal semangat dan pengin membuat suatu Unforgettable Moment di hari istimewanya, Aku memberanikan diri untuk menaklukan puncak Gunung Ungaran.  Rabu sore,  didampingi dua sahabat Aku berangkat dari kamar kos menuju tempat start di Desa Medini, Kabupaten Kendal. Tapi barulah selepas sholat maghrib, kita bertiga  memastikan peralatan yang dibutuhkan selama perjalanan, terutama  Camera Digital yang akan kami gunakan untuk mendokumentasikan baik foto dan video yang diperlukan, lalu memulai perjalanan dari Desa Medini menuju puncak Gunung Ungaran.   Perjalanan tidak semudah yang dibayangkan, kami sempat tersesat selama dua jam, sebelum akhirnya kami berbalik arah dan menemukan jalan yang benar. Medan yang terjal dan di dampingi dengan jurang-jurang yang curam di sisi kanan-kiri menjadi sensasi dan dokumentasi yang menarik. Hingga akhirnya pukul 03.46 pagi, kami berhasil mencapai puncak Gunung Ungaran.


Sampai di puncak Gunung Ungaran kami langsung menyiapkan perlengkapan. Merangkai huruf huruf yang sudah dibuat dan memasangnya di kertas putih jumbo yang sudah dipersiapkan, meniup balon, sampai dengan merangkai terompet dan berpakaian ala Tarzan. Saat matahari mulai nampak, dan sudah cukup cerah kami langsung  take video. Dengan dandanan yang sudah mirip tarzan itu, Aku berdiri gagah di puncak Gunung Ungaran. Sambil memegang kertas jumbo bertuliskan “Happy Birthday to you, Dita!” lalu Aku menyanyikan lagu dan tak lupa menghantarkan doa-doa yang terbaik untuknya. Setelah itu barulah aku mengatakan perasaanku sejujurnya, mengambil tulisan “I Love You!” dilanjut dengan tulisan “Maukah Dita jadi pacarku ?”

Tanggal 24 Oktober  tepat hari ulang tahun Dita yang ke-19 disaksikan teman-teman satu ruang belajar dan dosen yang usai mengajar, video itu diputar oleh temanku. Setelah video itu selesai, barulah aku masuk ruangan dengan membawa kue ulang tahun dan bunga mawar merah. Dita yang beranjak dari tempat duduk lalu meniup lilin. Sorak teman-teman dan dosen membuatku agak grogi waktu menanyakan jawaban atas perasaanku ke Dita. Tapi itu semua terbayarkan saat Dita menjawab “Aku mau  jadi pacar kamu...”. Dan tepuk tangan  teman-teman satu ruanganpun mengantarkan hari jadianku dengan Dita.

-------------------------------------- E N D ---------------------------------------------











Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Sabtu, 15 Februari 2014

Protektif Boleh.. Tapi Jangan Over!

1 komentar

Ini cerita tentang orang pacaran. Analisis gue, yang sebagian berasal dari pengalaman sendiri, sebagian dari curhatan temen dan hasil nguping gue setiap ada makhluk yang cerita tentang drama cintanya. Berbagai tipe orang dengan segala sifat dan kebiasaan yang ada pada dirinya. Dengan kisah klasik drama percintaanya membuat gue agak sedikit tergelitik. Bagaimana tidak ? Beberapa hal yang sering gue denger dari  kebiasaan dua sijoli kalo pacaran itu banyak banget larangan dan pantangannya. Wiihh udah kayak tahanan kota aja. Dari mulai gak boleh foto sama cowok/cewek lain lah, gaboleh ngesave nope cowok/cewek lain lah, gaboleh jalan sama cowok/cewek lainlah, gaboleh ikut oraganisasi yang banyak cowok/ceweknyalah, gaboleh ini, gaboleh itu aagghh beeetttt! :I

Kita kan makhluk sosial ? Dimana kita juga butuh yang namanya teman, sahabat, entah itu cowok ataupun cewek ? Okelah pacaran, tapi apakah dengan segalanya berdua, apa-apa berdua, tidak ada tempat untuk orang lain entah itu teman ataupun sahabat hidup bisa bahagia ? hidup bisa lebih bermakna ? hidup bisa berwarna kayak pelangi ? TIDAK kan!  Bukankah dengan larangan seperti itu justru membatasi kebebasan berekspresi satu sama lain ? Bukankah dengan seperti itu sama saja membatasi perkembangan diri satu sama lain ?  Bukankah dengan seperti itu sama saja mengajarkan ketidakjujuran bahkan berkhianat ? Mencuri-curi kesempatan “ahh.. mumpung dia lg jauh, aku mau kayak gini ah, kayak gitu ah..”,  hidup terasa di kekang, mau ini, mau itu serba dilarang. Kalau melanggar ujung-ujungnya berantem, teruss minta putus.  Aarggg  -_- kayak anak kecil yang kehilangan mainannya! Lha kita kan bukan mainan ? aahh peettt -_-


Kalau menjalani hubungan seperti itu, terus dari mana kita akan belajar saling percaya? Dari mana kita akan belajar untuk saling setia ? Dari mana kita akan belajar untuk saling bertanggung jawab? Saling mendukung satu sama lain ?  Aahhh.. kayak pacarannya anak SD tau gak!

Come on!  Berpikir lebih dewasa lagi. Ini baru dalam tahap pacaran. Belum masuk ke bahtera rumah tangga. Apakah kalian yakin, dengan hubungan yang banyak larangan seperti ini bisa berlanjut kepernikahan?  lalu  hidup bahagia? Aahh TIDAK!  Gue kagak yakin, hidup lu bahagia dengan situasi kayak gini.

Eh broo, sis.. Satu hal yang perlu diingat, bahwa tujuan dari hidup dari masing-masing kita kan nyari kebahagiaan. Siapa yang gak pengin bahagia? lu milih pasangan lu, juga pasti berharap bisa hidup bahagia sama dia. Tapi bro, kebahagiaan itu akan dirasakan kalau pikiran dan hati kita itu tenang, damai. Enggak penuh paksaan, kekangan, bahkan kekhawatiran yang berlebih. Nah terus, lu pikir sekarang. Kalo cara pacaran lu serba membatasi pasangan lu, apa dia gak ngrasa dikekang ? Tentu sangat merasakan. Ibarat burung merpati tapi cuma di kandang. Padahal kalo dilepas, dia bisa lebih hebat, dan tentu gak lupa sama kandangnya.  Bro, protektif itu baik dan boleeh saja.. tapi jangan over!







Kalau terlalu Over protective gitu, terus dimana esensi dari pacaran  bukankah pacaran tujuannya untuk kita saling belajar mengenal, memahami dan mengerti  pasangan kita ? Untuk belajar saling mendukung satu sama lain ? Saling menjaga, melengkapi dan percaya satu sama lain ? 










Terus bagaimana ?

Broo.. ente yang laki-laki, dan Sis, anti yang perempuan,
Ayok belajar saling percaya, biarkan pasangan lu menjalani hidupnya dengan semestinya. Biarkan dia bergaul dengan teman-temannya yang cowok, yang cewek tidak perlu dipermasalahkan. Belajarlah untuk bisa memegang komitmen.  Bahwa ikrar cinta kalian, tidak akan saling mendusta, dan berkhianat.  Tidak perlu untuk dilarang bergaul sama ini, itu, yang penting sadar akan batasan-batasannya. Saling mendukung saja, tidak perlu melarang “jangan ikut ini, jangan ikut itu”. Biarkan pasangan lu  berkembang, belajar bertanggungjawab, dan lebih baik lagi. Biarkan dia puya banyak teman, demi untuk membangun relasi, untuk kesuksesan dan masa depannya.


Bukankah kalau seperti itu lebih baik ? Pacaran enak, gak penuh kekangan. Yang penting bisa menjaga perasaan satu sama lain. Saling percaya, gak penuh dengan prasangka. Saling memahami gak saling mencurigai. Saling menjaga, tidak saling mendusta. Kita bisa mendukung setiap kegiatan kita masing-masing. Dan yang penting, kita bisa mendewasa bersama-sama, dan bahagia bersama-sama. Kan kepenak oh yaa ?


Dah itu ajaa, semoga bermanfaat!




“Setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukan kasih sayang pada pasangannya. 
Tapi cara yang benar, adalah cara yang tidak lepas dari esensinya." 
‘hendyplasst~ 





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!


Read more...

Senin, 10 Februari 2014

KEAJAIBAN MATEMATIKA

0 komentar



1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi
jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G-E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%


*************













Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Sabtu, 18 Januari 2014

Dia Yang Memanggilku..

0 komentar
Malam itu, tak begitu jelas jam berapa. Aku berhenti memejamkan mata karna dia.

Entah.. aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi yang jelas, dia memanggilku.. iyaa, dia memanggil namaku..

Dikamar kos yang hanya ada aku sendirian, tubuhku gemetar.. suara gemericik air yang beradu dengan suara jangkrik diluar seakan mencoba memecah keheningan malam itu.. 

Aku tidak tahu apa yang aku rasa, tapi jelas dia memanggilku. Memanggil namaku. Dan aku harus pergi menuju suara itu.

Aku bergegas bangun dari tempat tidurku dan berjalan pelan-pelan menghampiri pintu kamar. 
Aku mengintip dari jendela dalam, tapi gelap. Hanya terlihat beberapa motor terparkir tepat didepan kamarku dan Televisi disebelah kiri. 
Aku memberanikan diri untuk terus keluar. 
Perlahan-lahan aku memegang gagang pintu, dan menekannya kebawah. 
Aku keluar. Tapi Masih tak melihat siapapun disitu. "Siapa tadi yang memanggilku ? kok tidak ada orang" tanyaku dalam hati. Aku mulai merinding.

Aku langsung menoleh kebelakang, berniat untuk kembali ketempat tidur. Tiba-tiba... 
"Hen.. Hendi.." iya, terdengar dia memanggilku lagi.
Bulu kudukku kembali berdiri. Dan perlahan-lahan aku menoleh ke sumber suara itu. Kali ini aku melihat. Itu dia! Dia yang memanggilku. Kilau cahaya yang perlahan mendekati kornea mataku. Aku sama sekali tidak tahu cahaya apa itu. Tapi semakin dekat cahaya itu, aku merasa semakin nyaman. Bahkan aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan. Bulu kuduk yang tadinya berdiri seolah-olah tumbang. Rasa takut yang tadinya berpacu dengan detak jantung seolah-olah musnah. Aku merasakan kedamaian. Begitu damai. Benar-benar damai. Semakin dekat cahaya itu, semakin aku terbawa oleh suasana itu. Sampai akhirnya... aku terbangun.

Yahh.. Aku terbangun. Aku berada di atas ranjang tempat biasa aku beristirahat. Itu seperti aku baru terbangun dari tidur. Dan seolah-olah aku baru tersadar dari mimpi. Tapi cahaya itu bukan mimpi. Itu nyata. Jelas aku melihat cahaya yang mendekatiku, yang perlahan memberikan ketenangan. Jelas aku begitu menikmati kedamaian yang dia berikan. Dia begitu nyata, nyata, dan nyata. Tapi kenapa ? Kenapa aku bisa ada di ranjang ini ? 

Haahh.. itu.. segelas teh dan sepiring nasi putih lengkap dengan tempe kering dan telor dadar diatas meja. Dari mana makanan itu ? Apa yang sebenarnya terjadi. Aku masih belum bisa mengerti. 

"hen.. hen.." ( Terdengar suara dibalik pintu )

Bukan, itu bukan suara yang semalam. Itu suara Ibu Kos yang mencoba membangunkanku.

"Sudah bu.." Sambil keluar dan membuka pintu.

"Kamu semalem kenapa ? Kok bisa pingsan diluar"

"Hahh.. pingsan ? semalem aku pingsan ?" bicaraku dalam hati.

"Oh.. gak tahu ibu, terus siapa yang mindahin aku kedalam ?"

"Itu si Lutfy sama Yanuar.." sambil menunjuk ke kamar sebelah kamarku.
"Itu tadi ibu nyuruh Lutfy buat bawain makanan sama teh anget ke kamar kamu, apa sudah ada ?"

"Oh.. itu bu dimeja.."

"Yasudah cepet dimakan dulu.." Sambil kembali masuk ke rumahnya.

"Iyaa ibu, makasih banyak.."


Aku mulai mengerti sekarang. Apa yang aku alami semalam adalah nyata. Itu bukan mimpi. 
Dan cahaya itu.. Aku benar-benar melihatnya. Bahkan merasakannya. Tapi.. Cahaya apa itu ? Apa arti semua itu ?

aaaaaahh entahlah.. aku tak mau berspekulasi terlalu jauh. 
Cukup itu menjadi sebuah pengalaman!



"Plasst~





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Rabu, 01 Januari 2014

Manusia Setengah Salmon ( 2013 )

0 komentar



Mudah-mudahan Anda masih belum merasa jenuh dengan kehadiran Raditya Dika. Hanya dalam jeda beberapa bulan setelah merilis Cinta Brontosaurus dan Cinta dalam Kardus, sang raja stand up comedy Indonesia kini hadir lagi dalam film ketiganya di tahun 2013, Manusia Setengah Salmon.

Seperti halnya Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon diadaptasi dari buku populer berjudul sama karya Raditya Dika yang juga sekaligus menjadi sekuel bagi Cinta Brontosaurus. Layaknya sebuah sekuel, Manusia Setengah Salmon masih berbagi begitu banyak kemiripan dengan seri pendahulunya: Anda masih akan melihat karakter-karakter yang sama, gaya humor khas Raditya Dika yang familiar serta sederetan dialog bernuansa puitis yang jelas akan segera menjadi kutipan favorit para penonton remaja.

Namun, berbeda dengan Cinta Brontosaurus, Raditya Dika mampu memberikan struktur jalan cerita yang lebih terpadu pada Manusia Setengah Salmon sehingga membuatnya menjadi lebih matang dalam bercerita dan jauh lebih menyenangkan untuk diikuti.

Kisah Manusia Setengah Salmon sendiri dimulai dengan pengumuman yang dibuat oleh Mama (Dewi Irawan) dan Papa Dika (Bucek Depp) bahwa mereka memutuskan untuk menjual rumah yang ditempati oleh keluarganya saat ini untuk kemudian mencari rumah dengan ukuran yang lebih kecil di pinggiran kota.

Hal ini dilakukan keduanya karena mengingat bahwa Dika (Raditya Dika) dan adik-adiknya telah beranjak dewasa dan lebih sering menghabiskan waktu mereka di luar rumah sehingga Mama dan Papa Dika merasa rumah yang mereka tempati sekarang berukuran terlalu besar. Keputusan tersebut jelas memberikan kesedihan di hati Dika dan adik-adiknya karena jelas mereka harus rela untuk meninggalkan seluruh kenangan masa kecil mereka di rumah tersebut.

Di saat yang bersamaan, Dika sendiri diharuskan untuk berusaha melupakan hubungan asmaranya di masa lalu dengan Jessica (Eriska Rein) yang telah berakhir, terlebih ketika Dika kini telah berkenalan dengan seorang gadis lain yang telah menarik hatinya, Patricia (Kimberly Ryder).

Selain berkisah mengenai hubungan asmara Dika, Manusia Setengah Salmon juga mencoba untuk menggali hubungan antara Dika dengan orang-orang lain yang berada di sekitarnya, seperti sang Papa yang menuntut agar Dika dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan dirinya, editor bukunya, Christian (Mosidik), yang menginginkan Dika untuk segera menyelesaikan buku barunya serta supir barunya, Sugiman (Insan Nur Akbar), yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan Dika.

Jika dibandingkan dengan Cinta Brontosaurus, perubahan yang paling dapat dirasakan dari Manusia Setengah Salmon adalah kemampuan Raditya Dika untuk menghasilkan satu jalinan cerita yang lebih padat berisi daripada hanya sekedar berusaha menghasilkan tawa dengan memadukan deretan-deretan sketsa komedi seperti yang ia lakukan pada seri sebelumnya.

Penggunaan analogi mengenai kepindahan rumah yang dialami oleh karakter keluarga Dika dengan usaha karakter Dika sendiri untuk melupakan mantan kekasihnya juga mampu dieksplorasi dengan begitu baik dan berhasil memberikan elemen emosional yang kuat dalam jalan cerita.

Tidak sepenuhnya sebuah usaha yang mulus. Beberapa bagian cerita masih terkesan kurang dapat begitu tergali dengan baik. Pun begitu, Manusia Setengah Salmon jelas adalah sebuah sajian yang lebih matang dan tersaji dengan baik daripada Cinta Brontosaurus. Tidak hanya hadir dengan pengembangan kualitas yang lebih baik pada sisi naskah ceritanya, para pengisi departemen akting Manusia Setengah Salmon juga tampil dengan penampilan yang jauh lebih memuaskan pula.

Chemistry antara Raditya Dika dengan banyak lawan mainnya berhasil terjalin dengan sangat meyakinkan, khususnya dengan Kimberly Ryder yang selalu mampu mencuri perhatian dalam setiap kehadirannya. Dewi Irawan dan Bucek Depp yang kali ini mendapatkan porsi penceritaan peran yang lebih besar juga mampu menangani karakter mereka dengan begitu mudah. Juga mampu memberikan penampilan yang mencuri perhatian adalah Mosidik yang berperan sebagai editor buku karakter Dika, Griff Pradapa yang berperan sebagai Edgar, Insan Nur Akbar sebagai Sugiman serta segmen yang melibatkan makhluk-makhluk halus seperti pocong dan kuntilanak yang benar-benar out of place namun sangat mampu memberikan tawa yang begitu segar.

Dari berbagai sudut penceritaan serta eksekusinya, Manusia Setengah Salmon jelas adalah sebuah presentasi yang jauh mengungguli kualitas film pendahulunya, Cinta Brontosaurus. Raditya Dika mampu hadir dengan naskah cerita yang jauh lebih padat dan terpadu dalam penuturan kisahnya. Sutradara Herdanius Larobu, yang menggantikan posisi Fajar Nugros, juga dapat hadir dengan ritme penceritaan yang lebih baik sehingga begitu mampu mendukung naskah cerita Raditya Dika yang berjalan dengan tempo yang cenderung cepat.

Ditambah dengan kehadiran penampilan akting para pengisi departemen akting yang begitu kuat, Manusia Setengah Salmon tidak hanya berhasil tampil sebagai sebuah komedi yang efektif namun juga mampu menjelma sebagai sebuah drama keluarga yang cukup menyentuh.
 Sumber1,   Sumber,



















Download Manusia Setengah Salmon (2013) DVDRip AVI:
File Format: AVI
Resolusi: 500x270
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 13 Detik
Ukuran: 200 mb


Silahkan download di pilihan Link berikut :

                => TF: http://tusfiles.net/hx45qodtjbar









Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

JOKOWI ( 2013 )

0 komentar


Selain film-film yang naskah ceritanya mengadaptasi sebuah novel, penonton Indonesia sepertinya saat ini sedang benar-benar menggemari film-film biopik yang jalan ceritanya menghadirkan kisah hidup para tokoh masyarakat populer. Tercatat, film-film seperti Sang Pencerah (2010), Soegija (2012), Habibie & Ainun (2012) hingga Sang Kiai (2013) mampu membujuk penonton Indonesia – yang dikenal sulit untuk datang ke bioskop dan menyaksikan film produksi negara mereka sendiri – untuk kemudian datang secara beramai-ramai dan menikmati kembali perjalanan hidup tokoh idola mereka.

Tidak mengherankan bila kemudian KK Dheeraj – yang namanya akan selamanya terpaut pada film-film seperti Genderuwo (2007), Anda Puas Saya Loyo (2008) atau Mr. Bean Kesurupan Depe (2012) yang diproduksi oleh rumah produksi yang ia miliki, K2K Production – secara jeli mencoba untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut.

Tokoh yang coba ia angkat? Tidak lain adalah sosok Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sedang menjabat, Joko Widodo atau yang lebih akrab dengan sebutan Jokowi, yang kepopuleran figurnya memang begitu menanjak di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Jokowi sendiri sama sekali tidak mencoba menceritakan mengenai bagaimana kisah perjuangan Jokowi untuk mencapai posisinya saat ini di pemerintahan. Jokowi bahkan terlihat sama sekali berusaha menjauh dari berbagai sisi kehidupan Jokowi yang bersinggungan dengan dunia politik.

Naskah cerita yang ditulis oleh Joko Nugroho bersama sutradara Azhar Kinoi Lubis justru lebih memilih untuk menggambarkan bagaimana kehidupan seorang Jokowi di masa lampau, bagaimana kedua orangtuanya berusaha untuk membesarkannya hingga bagaimana perjalanan hidupnya tersebut mampu membentuk karakter seorang Jokowi hingga seperti saat ini.

Dengan tambahan dramatisasi di beberapa sudut cerita, Jokowi mampu tampil cukup lancar untuk bercerita meskipun usaha pengagungan karakter Jokowi yang terasa sedikit berlebihan membuat jalan cerita film ini lebih terasa sebagai sebuah sajian drama daripada sebuah biopik yang dapat membentuk hubungan emosional kepada penontonnya.

Jalan cerita Jokowi sendiri dimulai ketika Joko Widodo (Ilham Rohman Wijaya/Ilham Ridho Ilahi/Vincentius Aldy Pyo/Teuku Rifnu Wikana) terlahir dari pasangan Notomiharjo (Susilo Badar) dan Sujiatmi (Ayu Dyah Pasha). Berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang dapat disebut pas-pasan, Joko seringkali harus melalui kesehariannya dengan serba kekurangan.

Walaupun begitu, baik ayah dan ibunya selalu memastikan agar Joko dapat tetap terus mengenyam pendidikan yang layak sekaligus mengajarinya menjadi sosok yang jujur serta berani dalam dalam menghadapi kehidupan. Usaha tersebut tidak sia-sia. Selain menjadi sosok yang cerdas dalam melalui setiap jenjang pendidikannya, Joko juga tumbuh menjadi sosok yang tidak takut dalam menghadapi berbagai tantangan hidupnya serta selalu mengedepankan kesederhanaan serta kejujuran dalam setiap perbuatannya.

Harus diakui, sebagai sebuah biopik, Jokowi memiliki terlalu sedikit sudut penceritaan yang menarik untuk dapat dijabarkan kepada penontonnya. Hal inilah yang mungkin menyebabkan Joko Nugroho dan Azhar Kinoi Lubis memilih untuk lebih berkonsentrasi pada penceritaan kisah hidup karakter Joko Widodo semasa kecil – masa-masa dimana ia melalui gemuruh pemberontakan PKI, berbagai tantangan hidup yang harus dilalui orangtuanya serta kerikil-kerikil kecil yang terhampar pada jalanan hubungan antara dirinya dan sang ayah.

Begitu kuatnya peran masa kecil karakter Joko Widodo mengambil tempat di naskah cerita film ini, lebih dari separuh durasi Jokowi yang sepanjang 117 menit tersebut dihabiskan untuk memaparkan bagian penceritaan tersebut. Langkah yang dipilih dalam penceritaan Jokowi tersebut sebenarnya tidak salah. Namun, karakterisasi yang diberikan pada Jokowi membuatnya lebih terlihat sebagai sosok yang suci daripada sosok manusia yang mampu menyerap dan belajar dari pengalaman hidupnya untuk menjadi sosok yang lebih arif ketika dewasa. Jauh dari kesan humanis.

Terlebih lagi, ketika linimasa penceritaan berpindah ke masa dewasa karakter Jokowi, film ini terlihat bergerak dengan begitu cepat dalam memasukkan berbagai unsur ceritanya, mulai dari masa pendidikan sekolah serta kuliahnya, hubungan romansanya hingga usahanya untuk mampu menjadi sosok pria yang mandiri. Terasa begitu timpang antara pengisahan masa kecil karakter Joko Widodo yang tersaji dengan fokus yang kuat dengan masa dewasanya yang terkesan hanya dihadirkan bagai kilasan-kilasan kejadian belaka.

Terlepas dari kelemahan dari sisi penulisan naskahnya, Jokowi harus diakui mampu dihadirkan dengan dukungan penampilan akting serta kualitas produksi yang cukup memuaskan. Dua pemeran Jokowi, Vincentius Aldy Pyo yang memerankan Jokowi di masa kecil serta Teuku Rifnu Wikana yang memerankan karakter tersebut di masa dewasa, mampu memberikan kehidupan pada karakter yang mereka mainkan, mulai dari gestur tubuh hingga tata bicara karakter tersebut – meskipun rambut palsu yang digunakan oleh Teuku Rifnu Wikana dalam memerankan karakter Joko Widodo harus diakui benar-benar terlihat menggelikan dan cukup mengganggu.

Penampilan Prisia Nasution yang berperan sebagai love interest bagi karakter Joko Widodo juga berjalan begitu alami walaupun dengan porsi romansa yang begitu terbatas dan kurang tergali dengan baik. Tiga pemeran pendukung film ini, Susilo Badar, Ayu Dyah Pasha serta Sulung Landung, yang masing-masing berperan sebagai ayah, ibu dan kakek dari karakter Joko Widodo juga harus diakui mampu memberikan penampilan yang begitu kuat dan emosional. Peran ketiganya juga yang sering memberikan nilai tambah pada jalan penceritaan Jokowi yang kadang terkesan terlalu mendramatisasi keadaan secara berlebihan.

Kualitas tata produksi Jokowi juga mampu tampil mengesankan dengan desain produksi yang mampu membawa penontonnya ke atmosfer cerita yang berlatarbelakangkan masa lalu dengan baik hingga tata sinematografi arahan Muhammad Firdaus yang mampu menghasilkan gambar-gambar bernuansa keras namun tetap indah untuk disaksikan. Meskipun kualitas penceritaan Jokowi – tidak buruk namun minim dalam menghadirkan rangkaian kisah yang menarik sebagai sebuah biopik – sama sekali tidak menjawab pertanyaan mengapa biopik ini terasa esensial untuk diproduksi selain untuk urusan komersial, namun Jokowi masih beruntung didukung dengan talenta-talenta kuat yang mengisi departemen akting serta tata produksinya.

Berkat bantuan mereka, Jokowi masih mampu berjalan cukup lancar dalam mengalirkan kisahnya meskipun seringkali gagal untuk membuat penonton benar-benar peduli dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam jalan penceritaan film ini. Lebih dari itu, Jokowi mungkin hanya dapat dipandang sebagai sebuah usaha yang cukup baik namun masih kekurangan amunisi yang tepat untuk dapat mengeksekusinya sehingga mampu menjadi sebuah presentasi yang mengesankan secara keseluruhan.


















Untuk Download Klik:
Download Film Jokowi (2013) DVDRip AVI
File Format: AVI
Resolusi: 500x250
Durasi: 1 Jam - 48 Menit - 48 Detik
Ukuran: 228 mb
SS:








Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...