Kamis, 18 April 2013

FC Barcelona, Tentara Bangsa Catalan

1 komentar






Berlainan dengan bangsa yang ingin merdeka lainnya di Spanyol seperti Basque yang diwarnai dengan organisasi teroris ETA, Catalan tidak punya paramiliter yang aktif bergerilya, perjuangan bersenjata mereka dilakukan di atas lapangan hijau.

By Pangeran Siahaan, 06 Oktober 2012



Ketika Carles Puyol mencetak salah satu gol dalam kemenangan 6-2 Barcelona atas Real Madrid pada tahun 2009, yang ia lakukan untuk merayakannya adalah mencium ban kaptennya di hadapan puluhan ribu Madridista yang memenuhi stadion Santiago Bernabeu. Entah apakah para penonton televisi menyadari, tapi selebrasi gol Puyol tersebut sangat membanggakan untuk orang Catalan sekaligus provokatif bagi orang Spanyol. Ban kapten Puyol adalah Senyera, bendera Catalan yang berwarna strip kuning merah. Sulit mencari ekuivalennya di negara lain, tapi coba bayangkan kapten Persipura mencium ban kapten bendera bintang kejora di Jakarta dan apa yang akan terjadi?

El Clasico datang lagi akhir pekan ini dan inilah saat di mana tidak peduli klub sepakbola apa yang anda dukung, hampir haram hukumnnya untuk melewatkan pertandingan ini dan memilih tidur. El Clasico di liga adalah jenis El Clasico yang paling seru dibanding El Clasico yang terjadi di Cup Competition dengan sistem home-away. Hasil akhir hanya ditentukan dari satu pertandingan itu saja. Tidak ada agregat gol.

Selalu ada sentimen nasionalisme Catalan dan anti Madrid setiap kali El Clasico digelar, tapi pada pertemuan kali ini, semangat nasionalisme Catalan akan meledak hampir 2 kali lipat dibanding sebelumnya akibat iklim politik yang memanas di Spanyol. Politisi Catalan sedang mempersiapkan jalan untuk menggelar referendum bagi kemerdekaan Catalan. Presiden Catalan, Artur Mas mempercepat Pemilu Catalan pada bulan November untuk mengamankan mandat bagi referendum.

Setiap tahun pada tanggal 11 September, bangsa Catalan menggelar demonstrasi tahunan yang bernama Diada. Event itu digelar untuk mengenang bagaimana Catalan kehilangan kemerdekaannya dan kedaulatannya pada tanggal 11 September 1714 akibat kalah perang. Pada Diada bulan lalu, lebih dari 1 juta orang turun ke jalan dengan membawa bendera Catalan. Satu kereta disewa dan 1000 bis dicarter untuk membawa para demonstran pro-kemerdekaan berkumpul.

Api semangat keinginan bangsa Catalan untuk merdeka memang selalu ada dan Barcelona sebagai tim sepakbola adalah perwujudan dari semangat yang tak pernah redup itu. Tapi untuk sekian lama, sentimen pro-kemerdekaan itu sering kali hanya berwujud semangat abstrak yang bahkan enggan untuk diejawantahkan lebih lanjut. 

Sebelum krisis ekonomi tahun 2008, polling menyatakan bahwa hanya sekitar 20-an % warga Catalan yang memilih untuk merdeka. Mereka masih merasakan nyamannya hidup di bawah stabilitas Kerajaan Spanyol meski mereka benci setengah mati. 

Usai demonstrasi Diada bulan lalu, persentase warga yang mendukung independensi meningkat menjadi sekitar 46 %. Polling terakhir yang dilakukan menyatakan bahwa pendukung kemerdekaan telah menjadi mayoritas dengan 51 %.

Salah satu aspirasi para demonstran bulan lalu akan diterapkan pada partai El Clasico besok malam. Sekitar 98.000 fans Barcelona di Nou Camp akan memegang kartu berwarna merah dan kuning untuk membentuk mozaik bendera Catalan terbesar yang pernah ada. Selain itu setiap menit 17 dan detik 14 di setiap babak, fans Barcelona akan berteriak “Independence! Independence” di depan puluhan juta pasang mata yang menyaksikan pertandingan ini di seluruh dunia.

Para analis menyatakan bahwa El Clasico tahun ini akan menjadi El Clasico paling politis yang pernah ada sejak tahun 1975 saat suporter Barcelona menyelundupkan bendera Catalan yang terlarang ke dalam stadion hanya beberapa minggu setelah meninggalnya Franco.

Panasnya di luar lapangan menjelang El Clasico ini rasanya juga akan menyulut berbagai pertempuran kecil di dalam lapangan. Bukan kejutan lagi jika setiap El Clasico diwarnai dengan tubuh-tubuh yang berjatuhan, kaki-kaki yang ditebas, dan para pemain Barcelona yang terjatuh dengan mudah untuk melindungi diri. 

Tahukah anda bahwa sebenarnya reputasi pemain Barcelona yang terlalu cepat jatuh dan terlihat manja adalah stereotype bangsa Catalan di mata orang Castilla/Madrid? Dalam bukunya yang sangat komprehensif mengenai El Clasico, Richard Fitzpatrick mewawancarai beberapa orang Madrid dan semuanya seiya sekata bahwa orang Catalan selalu merasa dirinya korban dan seluruh dunia berkonspirasi menentang mereka.

Lalu bagaimana pemerintah Spanyol menanggapi aksi nasionalis di Catalan? Bulan lalu Perdana Menteri Mariano Rajoy yang berasal dari Popular Party yang konservatif mengatakan bahwa sekarang bukan saat yang tepat untuk meminta merdeka karena yang dibutuhkan sekarang oleh Spanyol yang sedang berada dalam krisis adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Catalan tentu saja tidak peduli dengan krisis ekonomi tersebut, malahan mereka merasa bahwa krisis memberi momentum yang tepat untuk referendum kemerdekaan karena mereka merasa selama ini proporsi ekonomi tidak didistribusikan dengan baik ke daerah mereka.

Tidak semua pemain Barcelona adalah orang Catalan, bahkan tidak semua orang Spanyol, tapi bukan berarti mereka tidak bisa turut merasakan sentimen nasionalisme yang didengungkan. Johan Cruyff adalah salah satu pahlawan terbesar Barcelona dan ia langsung dibaptis menjadi seorang Catalan ketika ia memberi nama anaknya yang pertama, Jordi. Ketika itu pemerintah Franco masih berkuasa dan bahasa Catalan dilarang untuk dipergunakan. Jordi adalah nama Catalan untuk George. Patron Bangsa Catalan adalah St Jordi atau St George, sama seperti Inggris. Makanya ada lambang St George Cross di logo Barcelona.

Berlainan dengan bangsa yang ingin merdeka lainnya di Spanyol seperti Basque yang diwarnai dengan organisasi teroris ETA, Catalan tidak punya paramiliter yang aktif bergerilya. Perjuangan bersenjata mereka dilakukan di atas lapangan hijau. Benarlah apa yang dikatakan bekas pelatih Barcelona, Sir Bobby Robson, “Catalan adalah sebuah identitas dan FC Barcelona adalah tentara mereka”.



Sumber: http://www.bolatotal.com/fansclub-indobarca.html

1 komentar:

Poskan Komentar