Rabu, 17 April 2013

Barcelona - Mes Que Un Club

0 komentar

Barcelona - Mes Que Un Club
By Aditchenko, 14 November 2012







Ternyata kesuksesan dan hegemoni juga bisa menimbulkan depresi. Tanyakan saja pada Pep yang kemudian memutuskan tidak memperpanjang kontrak untuk sejenak menjauhi hingar bingar sepak bola hingga saat ini. Dengan berat hati para petinggi, pemain dan pendukung melepas kepergian pelatih tersuksesnya itu.


Para petinggi Barca tidak mau ambil resiko menggantikannya dengan pelatih lain yang berada diluar visi mereka. Setelah spekulasi kedatangan Marcelo Bielsa tidak terwujud, pada akhirnya mereka berharap kesuksesan Pep berlanjut pada asisten, Tito Vilanova.


Penunjukan Vilanova tidak lain memang untuk mempertahankan DNA klub dan meneruskan siklus kemenangan. Sebagai mantan asisten Pep yang juga telah melatih Barcelona sejak level junior, Vilanova dianggap telah mengenal setiap jengkal klub ini.


Namun, Vilanova bukanlah Pep. Pelatih ini mengambil beberapa tindakan berbeda yang cukup berpengaruh. Vilanova membuat kontroversi dengan niatannya menurunkan tim cadangan pada turnamen pra musim Catalonia Cup melawan Espanyol. Kontan turnamen ini dibatalkan penyelenggara karena Barcelona dianggap menyepelekannya.


Vilanova juga membatalkan tur Asia, yang menyebabkan potensi pemasukan jutaan euro melayang. Ia berkeras bahwa pergi ke Asia di pra musim adalah ide yang buruk. Sebagai gantinya, ia membawa skuadnya menyebrangi Samudera Atlantik untuk mengikuti rangkaian World Championship Series di Amerika Serikat.


Pendekatan yang sedikit berbeda ini rupanya berimbas kepada pemilihan pemain. Cesc Fabregas kini mulai sering mengeluhkan menit bermainnya yang kurang. Vilanova juga dinilai tidak seberani Pep dalam memberi kesempatan pada cantera. Cederanya duet bek Carles Puyol-Gerard Pique bukannya dipakai untuk mencoba deretan cantera yang sudah menanti, namun tetap saja bek darurat Javier Mascherano, Alex Song, bahkan Adriano ia gunakan untuk mengisi pos ini.


Bagaimanapun, serangkaian hasil bagus tetap mewarnai perjalanan The Catalans. Start Barca tahun ini adalah yang terbaik sepanjang sejarah. Memimpin klasemen dengan keunggulan tiga angka dari pesaing terdekat Atletico Madrid, dan 8 angka dari rival utama Real Madrid untuk sementara waktu akan meredakan badai kritik yang datang sehubungan buruknya performa pertahanan. Ketajaman Messi yang tidak luntur sedikitpun dan terus memenangkan Barca dengan sentuhan-sentuhan magisnya juga akan mengalihkan perhatian para kritikus.


Terdapat hal-hal menarik jika kita berbicara mengenai kondisi finansial klub Catalan ini. Pertama, mengenai pertumbuhan penerimaan yang sangat tinggi (117%) dalam rentang tahun 2005-2012. Kedua adalah neraca klub. Jika melihat pada neraca, Barcelona berada pada posisi negatif karena kewajiban mereka lebih tinggi daripada aset yang mereka miliki (minus 69 juta euro).


Apakah yang menjadi penyebab tingginya pertumbuhan penerimaan mereka? Apakah saldo negatif dari neraca tersebut berbahaya dalam menyongsong Financial Fair Play?


Selain finansial, tentu menarik juga membahas sisi lain dari klub ini. Sisi kultural, sisi yang membedakan Barcelona dengan klub lainnya. Seperti moto mereka, mes que un club (more than a club). Mari bahas satu persatu.



Penyebab Pertumbuhan Signifikan


Pertumbuhan penerimaan yang dialami FC Barcelona sebesar 243 juta euro (117%) dalam 7 tahun ke belakang adalah yang tertinggi dibandingkan dengan leading club Eropa lainnya. Pertumbuhan ini hanya bisa disaingi oleh Real Madrid, yang membukukan 204 juta (74%).










Sumber: Deloitte & Swiss Ramble


Pertumbuhan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adalah pembagian hak siar televisi. Baik Barcelona maupun Real Madrid mendominasi pembagian ”kue” hak siar televisi ini. Dalam distribusi musim 2011/2012, Barcelona dan Madrid mendapatkan total 280 juta euro atau 43% dari jumlah yang dibagikan pada 20 tim yang berkompetisi di La Liga.


Disparitas pembagian hak siar ini sangat nyata, karena klub nomor 3 dibawah mereka yaitu Valencia hanya mendapat 48 juta euro, atau lebih dari sepertiga dari yang diterima Barcelona dan Madrid. Bahkan tim papan bawah seperti Mallorca, Malaga, Osasuna, Sporting Gijon maupun Racing Santander harus puas dengan jatah sepersepuluh dari yang Barca dan Madrid dapatkan.


Selain penerimaan hak siar, Barcelona juga menikmati pertumbuhan pendapatan mereka melalui uang tampil dan hadiah dari kesuksesan mereka di kompeteisi antar klub Eropa dalam lima tahun kebelakang, dimana mereka meraih dua gelar Liga Champions. Dari distribusi penerimaan televisi di Liga Champions musim 2011/2012 lalu saat terhenti di semifinal saja, El Barca mendapatkan 41 juta euro.


Sebuah idealisme terkadang memang harus digadaikan jika ingin bersaing dalam tuntutan zaman. Dalam hal ini, Barcelona mendobrak idealisme mereka sendiri pada shirt sponsorship. Sejak musim 2010/2011, nama Qatar Foundation menjadi sponsor di kaus kebesaran blaugrana dengan nilai sponsor mencapai 30 juta euro per musim hingga musim 2015/2016. Memang menjaga keselamatan finansial dan kompetitifnya skuad lebih penting bagi Barcelona demi memelihara siklus kemenangan yang tengah mereka nikmati ini. ”Jika kami tidak berkompetisi melawan klub-klub yang memiliki pendapatan super besar, saya tidak akan membiarkan siapapun menempel logo mereka di kaus.” begitu ujar Presiden Sandro Rosell.


Berbicara mengenai sumber penerimaan lainnya, yaitu gate receipt, Barcelona berada di posisi 3 besar Eropa dibawah Real Madrid dan Manchester United. Tidak hanya penerimaan dari match day, namun tur stadion juga menyumbang penerimaan yang besar. Informasi yang saya dapatkan dari seorang teman yang tahun lalu berkunjung ke Spanyol, biaya mengikuti tur stadion Camp Nou dipatok senilai 20 hingga 24 euro. Mereka mematok biaya jauh lebih tinggi daripada Real Madrid, mungkin karena alasan gengsi prestasi belakangan yang lebih mentereng daripada rival besarnya itu. Untuk tour stadion Santiago Bernabeu, Madrid mematok biaya 12-15 euro saja per orang.


Rataan 79 ribu penonton stadion Camp Nou menurut harian El Pais dalam semusim adalah angka yang wajib dijaga. Angka ini masih dapat dibilang memuaskan di era krisis.


Dave Redshaw dalam tulisannya di Football Espana mengemukakan bahwa terjadi penurunan jumlah penonton cukup signifikan akibat krisis. Harga tiket yang lumayan mahal membuat minat para kaum pekerja -mayoritas kaum yang sering menonton langsung ke stadion- menjadi berkurang. Mereka memilih untuk menonton di rumah atau di bar saja. Gejala penurunan penonoton ini juga makin diperparah oleh kebijakan administrator liga dalam menentukan waktu pertandingan. Beberapa pertandingan dilangsungkan pada pukul 11 malam. Dari sisi pemain maupun publik lokal, hal ini tentu sangat tidak absurd.


Hal diatas tentu cukup bisa menjelaskan mengenai rataan penonton klub seperti Levante, Getafe dan dan Espanyol yang hanya berada pada kisaran perbandingan 50% dari kapasitas stadion.






sumber: El Pais


Kekhawatiran Mengenai Posisi Aset Bersih


Saya tidak akan membahas terlalu teknis akunting karena artikel ini pada dasarnya adalah artikel sepak bola. Namun meski tanpa latar belakang pendidikan ekonomi pun, kita dapat sedikit mengetahui kondisi finansial sebuah klub lewat analisa-analisa sederhana.





                                                             Sumber: Swiss Ramble


Dari tabel diatas, dibandingkan dengan klub-klub besar Eropa, Barcelona berada pada posisi negatif dalam hal aset mereka. Hal ini timbul karena total hutang yang memang besar, yaitu 578 juta euro, minus 69 juta jika dibandingkan dengan total aset mereka sebesar 509 juta.


Hutang-hutang Barcelona adalah kombinasi dari hutang kepada banyak pihak. Bank, kreditor lain, pihak pajak, berbagai pencadangan dan unsur-unsur lain dalam istilah asing akuntansi yang tidak akan saya bahas disini adalah penyebabnya.


Namun jumlah ini tidak perlu dikhawatirkan. Terdapat dua modal utama Barcelona dalam menghadapi situasi penuh hutang ini, yaitu pendapatan mereka yang tinggi, dan nilai pemain mereka yang juga tinggi. Pendapatan tinggi tentu menjamin kemampuan mereka membayar hutang.


Selain itu menurut Javier Faus, Vice President Director keuangan Barcelona, terdapat unsur lain yang tidak terefleksi dalam laporan keuangan, yaitu nilai skuad. Kebanyakan pemain Barcelona adalah pemain yang mereka orbitkan dari akademi tersohor La Masia. Dalam akuntansi, harga pemain-pemain seperti Messi, Xavi atau Iniesta tidak muncul dalam neraca karena mereka bukanlah pemain yang dibeli dari klub lain, dan para petinggi klub bahkan tidak berpikiran untuk menjual mereka.


Jika dalam worst case klub mengalami kebangkrutan, Barcelona tidak perlu khawatir karena nilai dari pemain-pemain yang mereka miliki dapat menutup semua kerugian maupun hutang yang timbul. Financial Fair Play? Bring it on!



Mes Que Un Club


Slogan Mes que un club (More than a club) mengartikan banyak hal, dan tentunya sangat dalam dan filosofis. Saya tidak akan menjelaskan angka-angka dalam bagian ini, karena jika sudah bicara filosofi angka menjadi seakan tidak bernilai.


Slogan ini memiliki arti dalam berupa perjuangan masyarakat Catalan. Barca adalah simbol kebanggaan bangsa sejak era diktator Jenderal Franco. Karena memang tidak mampu melawan secara fisik, dari sepak bola inilah wujud perlawanan diejawantahkan.


Barcelona memang tidak memiliki kelompok radikal yang sering menyerang pemerintah secara hit and run. Namun mereka memiliki kebanggaan tulen dalam bentuk klub sepak bola yang mengandalkan pemain-pemain didikan dan mayoritas dihuni warga asli Catalonia. Kebanggaan ini malah mereka wujudkan kadang kala secara eksplisit, misalnya spanduk “CATALONIA IS NOT SPAIN” atau teriakan “independence” sepanjang laga El Classico.


Jika pendukung Madrid datang ke Bernabeu untuk menonton bintang dunia, maka pendukung Barcelona datang ke Camp Nou untuk menonton anaknya, sepupunya, keponakannya, cucunya bermain. Pengembangan pemain melalui akademi spektakuler La Masia menjadikan skuad Barcelona tidak sekadar berisi pemain yang hanya berusia muda, tapi juga pemain berdarah Catalan. Tidak hanya itu, La Masia juga menekankan pembentukan karakter ketimbang sekadar bermain sepak bola. La Masia telah terbukti menghasilkan banyak seniman berlevel virtuoso dalam lapangan sepak bola.


Dari lulusan akademi itu, Los Azulgranas kemudian menuai sukses dengan sangat elegan. Mereka tidak hanya menang, tapi juga bermain sangat cantik. Mereka seolah mengajarkan bagaimana cara menggapai kesuksesan dengan bermain umpan-umpan pendek yang cepat, penguasaan bola mutlak, pengembangan pemain muda, dan tidak pernah menganggap enteng lawan. Bahkan akting dan diving juga kadang mereka terapkan, seolah mereka dengan arif menunjukkan bahwa mereka juga sekumpulan manusia biasa yang punya kekurangan. Sepertinya mereka memang membuka celah kelemahan mereka agar mereka tidak menjadi agama baru.


Perwujudan slogan “mes que un club” ini sangatlah indah karena kota mereka kini dikenal hingga ke seluruh dunia melalui prestasi demi prestasi yang ditorehka FC Barcelona. Suka atau tidak suka, Barcelona adalah potret kesuksesan klub sepak bola yang membawa kebanggaan pada komunitas. Kepemilikan mereka juga berasal dari putra daerah, serta anggota dewan yang tetap akan menjaga klub dari kepemilikan asing. Sebuah kebanggaan lokal yang agak usang, namun mampu meraup sukses besar secara internasional.


Barcelona bagaimanapun tidak hanya Catalan. Banyak pemain dari seantero Spanyol berkumpul di skuad tim, juga pemain-pemain asing seperti Messi yang sejak kecil sudah menetap disini. Meskipun terkesan menjaga kemurnian, namun mereka tidak menutup diri pada orang asing yang akan memberi kemajuan.


Kebanggaan ini kian nyata dengan pengakuan dunia akan kehebatan mereka. The greatest team Alex Ferguson ever played. The Catalan soldier. The undisputed. You named it!


Bagaimanapun anda mencintai Barcelona, mereka tetaplah sekumpulan manusia biasa. Kemenangan mereka juga kadang tidak lepas dari kontroversi, yang memang bagian tidak terpisahkan dari sepak bola. Namun seberapapun anda tidak suka, akuilah bahwa mereka terlalu bagus untuk dibenci dan hati kecil anda berharap bahwa tim favorit anda mampu bermain seperti mereka.




Sumber: http://www.bolatotal.com/fansclub-indobarca.html

0 komentar:

Poskan Komentar