Selasa, 21 Mei 2013

Unnes Selamatkan Rawa Pening

0 komentar

Unnes Selamatkan Rawa Pening









Persoalan kawasan Rawa Pening sudah sedemikian kompleks, hampir 70 persen dari danau seluas 2.500 hektar itu ditutupi tumbuhan air enceng. Volume air juga sudah berkurang hingga 30 persen. Pertumbuhan daratan apung setiap tahun bertambah lima persen.

“Dengan kondisi demikian konservasi rawa pening harus segera dilakukan, ” kata Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman sesaat setelah melakukan berbagai kegiatan bertema konservasi Rawa Pening dalam upaya pengendalian sedimentasi dan pengembangan industri kreatif di Kampung Rawa , Kabupaten Semarang, Sabtu (18/5).

Konservasi Rawa Pening, menurutnya dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu pemberdayaan masyarakat, aplikasi sains dan teknologi, serta regulasi untuk menguatkan kelembagaan.

“Konservasi itu juga dapat dilakukan dengan melestarikan daerah hulu dan hilir secara integral, serta menata kelembagaan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada kesempatan membuka pelatihan pengendalian erosi dan sedimentasi di daerah hulu rawa pening, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unnes Prof Totok Sumaryanto mengungkapkan bahwa rekomendasi yang diberikan untuk penyelamatan Rawa Pening mencakup beberapa kegiatan, yakni penanaman pohon / penghijauan, pembuatan biopori, focus group discussion dengan tokoh masyarakat.

“Pelatihan penulisan puisi bermuatan nilai-nilai konservasi lingkungan, dan survey dalam upaya pengendalian sedimentasi dan pengembangan industri kreatif, “ katanya dihadapan puluhan tokoh masyarakat, wali murid, guru dan siswa SD Gedong Kecamatan Getasan.

Ikut hadir pada kegiatan ini Kapala Badan Konservasi Unnes Dr Margareta Rahayuningsih, Prof Sri Mulyani ES, Prof Dewi Liesnoor S, Dr Zaenuri Mastur, Dr Nur Kusuma Dewi, Dr Etty Soesilowati, Ngabiyanto, MSi, Ristina Yudharti, MHum, Ahmad Syaifudin MPd, dan beberapa staf bagian kerja sama.

“Unnes juga menyerahkan bantuan bibit pohon dan alat-alat untuk pembuatan biopori,” Kata Kepala Bagian Kerjasama Unnes Supaat MPd.








Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!

0 komentar:

Poskan Komentar