Jumat, 03 Mei 2013

Rumah Kompos

0 komentar

Rumah Kompos 
Sebagai Salah Satu Pilar Konservasi




Sebagai Universitas Konservasi, UNNES ( Universitas Negeri Semarang ) benar benar menunjukan keseriusanya. Dapat kita lihat disepanjang jalan maupun lingkungan kampus tampak hijau dan dipenuhi dengan pepohonan rimbun. Keberhasilan Konservasi ini tentu menjadikan masalah baru yaitu daun daun kering yang setiap hari berjatuhan. Dilihat dari banyaknya pohon yang berada di unnes, dapat kita bayangkan berapa banyak dalam satu harinya daun kering yang terkumpul dalam lingkup satu Universitas. Masalah daun kering ini tentu tidak dapat di anggap remeh begitu saja. Karena apabila daun daun kering yang terkumpul ini dibakar, tentu selain tidak ramah lingkungan karena dapat merusak lapisan ozon juga dapat menyebabkan polusi udara akibat dari pembakaran tersebut.

Pengukuhan Unnes sebagai universitas konservasi di Indonesia oleh Bapak Mendiknas, telah mengubah mindset Unnes sekarang menjadi Universitas yang mengedepankan penghijauan. Hal ini didilihat dari banyaknya sarana konservasi di Unnes, yaitu : Taman Kupu-Kupu, Kebun Pendidikan, Lab Biologi, dan satu lagi adalah Rumah Kompos. Rumah Kompos yang berada tepat di belakang lapangan softball FIK Unnes, menyediakan berbagai informasi soal bagaimana kita mengolah sampah organik untuk menjadi pupuk kompos yang lebih berkualitas. Dengan adanya rumah kompos ini, masalah dengan daun dau kering yang terkumpul dari lingkungan sekitar Unnes pun dapat diatasi.

Setiap daun yang terkumpul dari unnes, akan di olah di rumah kompos untuk dijadikan pupuk kompos. Tentu saja dengan adanya rumah kompos ini tidak hanya menyelesaikan masalah daun kering saja namun juga memberikan utilitas terhadap daun yang seharusnya terbuang sia sia namun melalui rumah kompos ini daun tersebut dapat dijual melalui pupuk kompos yang dihasilkan sehingga dapat menjadikan nilai jual atas daun kering tersebut. Dalam rumah kompos ini juga diterapkan sistem 5 R yaitu  Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair

  • Reduce berarti kita mengurangi sampah yang kita hasilkan atau mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce dilakukan dengan cara : kurangi belanja barang-barang yang kamu yang tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju atau celana baru, aksesoris-aksesoris, kurangi penggunaan kertas tissue dengan menggantinya dengan sapu tangan karena akan dapat dipakai ulang dengan mencucinya, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan melakukan print preview sebelum mencetak, biasakan membaca koran online, karena semua itu nanti ujung-ujungnya akan menjadi sampah.
  • Reuse sendiri berarti menggunakan kembali seperti baju lama kamu bisa digunakan kembali dengan merubah model atau menambah kain dari baju-baju bekas yang akhirnya kelihatan menarik dan kamu bisa pakai kembali atau baju lama kamu bisa  kamu berikan kepada orang lain yang membutuhkan.
  • Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumahmu, misalnya  bekas botol plastik air minum bisa kamu gunakan sebagai pot tanaman, atau kamu bisa juga mendaur ulang kertas bekas untuk digunakan sebagai bahan kerajinan. Pernahkah kamu melihat tempat yang berdampingan dengan tulisan Organik dan Anorganik? Tujuannya adalah sebisa mungkin kamu bisa memisahkan sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sayuran, kulit buah, dan daun. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/ hancur) secara alami. Sedangkan sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
  • Replace yaitu mengganti atau menghindari barang yang sekali pakai dengan barang yang bisa dipakai berulang-ulang. Misalnya membawa kantong sendiri saat berbelanja. Cara tersebut efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus belanjaan.
  • Repair yaitu memperbaiki barang-barang yang rusak agar dapat dipakai kembali. dengan langkah tersebut, kamu tak perlu membeli barang-barang baru lagi karena barang lama masih bisa dipakai.

Foto Terkait :





















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!

0 komentar:

Poskan Komentar