Tampilkan postingan dengan label My Heartline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Heartline. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Seperempat Cinta

0 komentar

Di ujung hari dimana aku dan kamu saling sapa untuk hal yang tidak biasa. Mungkin saat itu kamu dengan tiga perempat cintamu untuk dia, seperempat lagi yang aku rasa ada untukku dan aku dengan bulatan cinta yang utuh untukmu. Malam itu aku memang merasa lelah, bukan lelah karena bekerja seharian. Tapi lelah memperjuangkan seperempat cinta yang tak jelas dan terombang ambing. Walau hanya seperempat, paling tidak aku bisa merasakan bahwa kamu pun punya perasaan yang sama. Beda porsi, beda pilihan, pun beda tujuan. kamu yang lebih memilih untuk bersama tiga perempat yang lain itu, dan aku yang kukuh dengan satu cinta yang tawar. Hatiku memang tidak tenang, antara bertahan atau merelakan. Bertahan dengan seperempat cinta yang kadang kamu ingat dan yang sering kamu lupakan itu terasa melelahkan. Atau merelakan seperempat cinta yang mampu memberikan kenyamanan yang aku sudah tertambat kukuh pun terasa sulit dan menyakitkan. Tapi mau bagaimana? Toh nyatanya cinta ini terlalu kuat untuk aku lepaskan.


"Jangan membenciku, meski sampai prasangka baik terakhirmu cintamu masih terkhianati, aku mengerti lelahmu, maaf..", saat kamu mengatakan itu, aku mengerti bahwa saat itu kamu sedang melirik seperempat cinta itu. Dan memang nyatanya aku sama sekali tidak sedikitpun membencimu. Bagaimana mungkin aku bisa membenci sesuatu yang memang selama ini aku banggakan? Cinta dan kamu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Aku tidak bisa memperlakukan keduanya dengan berbeda. Membanggakan cinta, lalu membenci kamu. Gak bisa! cinta adalah kamu, Kamu adalah cinta. Mencintaimu adalah kebanggaanku. Dicintaimu walau hanya seperempat adalah kebahagiaanku. Saat ini aku hanya bisa berharap KAMU melihat seperempat cinta itu dan perlahan memenuhinya menjadi satu bulatan yang utuh.








"Mencintaimu adalah suatu kebanggaan dan Dicintaimu adalah suatu kebahagiaan"
"Plasst~







Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Minggu, 16 Februari 2014

AKU DAN DITA

0 komentar

Kenal lewat facebook yang saat itu sama-sama menyandang gelar mahasiswa baru di salah satu universitas negeri di Semarang.  Satu fakultas, satu program studi dan dalam satu ruang belajar. Dia Dita, 19 tahun, berasal dari kota Metropolitan DKI Jakarta.  Awalnya hubungan kita hanya sebatas teman biasa, sekedar berbagi info seputar perkuliahan. Tapi setelah pertemuan pertama, muncul benih-benih cinta. Mungkin itu yang dimaksud cinta pada pandangan pertama.  Wajah cantik polos dibalut kain merah muda, dengan lesung pipi dan bibir tipisnya berhasil  membuatku  takluk seketika. Dia menghancurkan karang wanita yang saat itu berdiri kokoh di relung hati. Ini memang pertama kalinya Aku jatuh cinta lagi setelah 14 bulan ditinggal mantan.  Sejak saat itu, ada saja alasan buat Aku deket sama dia. Dari mulai tugas kuliah sampai hal kecil yang bisa dibilang gak penting. Dan nyatanya, gak butuh waktu sebulan  Aku sudah bisa masuk dalam hari-harinya. Dari mulai berangkat kuliah, ngerjain tugas, dan duduknya pun selalu di dekatku.

Dekat dan semakin dekat. Dengan sosok wanita yang selama ini aku tunggu untuk menata kembali hatiku yang sudah lama terlantar. Dengan kepribadiannya yang lembut, lugu, ceria dan penuh kasih sayang telah benar-benar membuatku meninggalkan dunia yang 14 bulan terakhir aku jalani. Hingga akhirnya Aku merasa yakin, dan ingin segera mungkin untuk mengungkapkan kata “I Love You” untuknya. Tapi tentu tidak semudah itu. Aku ingin mengatakannya dengan cara yang lebih istimewa dan yang belum pernah Aku lakuin. Dan 24 Oktober  yang merupakan  hari ulang tahunnya adalah waktu yang menurutku paling istimewa dan tak terlupakan.

Satu minggu sebelum hari itu, aku menyiapkan semuanya. Aku memulai dengan membuat potongan huruf-huruf ukuran jumbo dari kertas warna merah, biru, dan hijau tua yang akan ku rangkai jadi kalimat “Happy Birtday to you, Dita!”, “I Love You”, dan “Maukah Dita jadi pacarku ?”. Semuanya Aku masukin ke dalam tas ransel hitam yang Aku pinjem dari teman kos sebelah yang biasa dia pake buat muncak. Aku juga memasukan tiga lembar kertas putih polos ukuran jumbo dan dua buah Camera Digital.  Yupss.. Aku memang berniat membuat sebuah video perjalanan Aku menuju puncak gunung demi mengucapkan selamat ulang tahun, sekaligus mengungkapkan isi hatiku ke Dita di atas puncak gunung. Dan gunung yang akan Aku taklukan adalah Gunung Ungaran, Jawa Tengah.



Waktu itu bukan hal yang mudah buatku, karna ini pertama kalinya Aku naik kepuncak gunung. Tapi berbekal semangat dan pengin membuat suatu Unforgettable Moment di hari istimewanya, Aku memberanikan diri untuk menaklukan puncak Gunung Ungaran.  Rabu sore,  didampingi dua sahabat Aku berangkat dari kamar kos menuju tempat start di Desa Medini, Kabupaten Kendal. Tapi barulah selepas sholat maghrib, kita bertiga  memastikan peralatan yang dibutuhkan selama perjalanan, terutama  Camera Digital yang akan kami gunakan untuk mendokumentasikan baik foto dan video yang diperlukan, lalu memulai perjalanan dari Desa Medini menuju puncak Gunung Ungaran.   Perjalanan tidak semudah yang dibayangkan, kami sempat tersesat selama dua jam, sebelum akhirnya kami berbalik arah dan menemukan jalan yang benar. Medan yang terjal dan di dampingi dengan jurang-jurang yang curam di sisi kanan-kiri menjadi sensasi dan dokumentasi yang menarik. Hingga akhirnya pukul 03.46 pagi, kami berhasil mencapai puncak Gunung Ungaran.


Sampai di puncak Gunung Ungaran kami langsung menyiapkan perlengkapan. Merangkai huruf huruf yang sudah dibuat dan memasangnya di kertas putih jumbo yang sudah dipersiapkan, meniup balon, sampai dengan merangkai terompet dan berpakaian ala Tarzan. Saat matahari mulai nampak, dan sudah cukup cerah kami langsung  take video. Dengan dandanan yang sudah mirip tarzan itu, Aku berdiri gagah di puncak Gunung Ungaran. Sambil memegang kertas jumbo bertuliskan “Happy Birthday to you, Dita!” lalu Aku menyanyikan lagu dan tak lupa menghantarkan doa-doa yang terbaik untuknya. Setelah itu barulah aku mengatakan perasaanku sejujurnya, mengambil tulisan “I Love You!” dilanjut dengan tulisan “Maukah Dita jadi pacarku ?”

Tanggal 24 Oktober  tepat hari ulang tahun Dita yang ke-19 disaksikan teman-teman satu ruang belajar dan dosen yang usai mengajar, video itu diputar oleh temanku. Setelah video itu selesai, barulah aku masuk ruangan dengan membawa kue ulang tahun dan bunga mawar merah. Dita yang beranjak dari tempat duduk lalu meniup lilin. Sorak teman-teman dan dosen membuatku agak grogi waktu menanyakan jawaban atas perasaanku ke Dita. Tapi itu semua terbayarkan saat Dita menjawab “Aku mau  jadi pacar kamu...”. Dan tepuk tangan  teman-teman satu ruanganpun mengantarkan hari jadianku dengan Dita.

-------------------------------------- E N D ---------------------------------------------











Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Sabtu, 15 Februari 2014

Protektif Boleh.. Tapi Jangan Over!

1 komentar

Ini cerita tentang orang pacaran. Analisis gue, yang sebagian berasal dari pengalaman sendiri, sebagian dari curhatan temen dan hasil nguping gue setiap ada makhluk yang cerita tentang drama cintanya. Berbagai tipe orang dengan segala sifat dan kebiasaan yang ada pada dirinya. Dengan kisah klasik drama percintaanya membuat gue agak sedikit tergelitik. Bagaimana tidak ? Beberapa hal yang sering gue denger dari  kebiasaan dua sijoli kalo pacaran itu banyak banget larangan dan pantangannya. Wiihh udah kayak tahanan kota aja. Dari mulai gak boleh foto sama cowok/cewek lain lah, gaboleh ngesave nope cowok/cewek lain lah, gaboleh jalan sama cowok/cewek lainlah, gaboleh ikut oraganisasi yang banyak cowok/ceweknyalah, gaboleh ini, gaboleh itu aagghh beeetttt! :I

Kita kan makhluk sosial ? Dimana kita juga butuh yang namanya teman, sahabat, entah itu cowok ataupun cewek ? Okelah pacaran, tapi apakah dengan segalanya berdua, apa-apa berdua, tidak ada tempat untuk orang lain entah itu teman ataupun sahabat hidup bisa bahagia ? hidup bisa lebih bermakna ? hidup bisa berwarna kayak pelangi ? TIDAK kan!  Bukankah dengan larangan seperti itu justru membatasi kebebasan berekspresi satu sama lain ? Bukankah dengan seperti itu sama saja membatasi perkembangan diri satu sama lain ?  Bukankah dengan seperti itu sama saja mengajarkan ketidakjujuran bahkan berkhianat ? Mencuri-curi kesempatan “ahh.. mumpung dia lg jauh, aku mau kayak gini ah, kayak gitu ah..”,  hidup terasa di kekang, mau ini, mau itu serba dilarang. Kalau melanggar ujung-ujungnya berantem, teruss minta putus.  Aarggg  -_- kayak anak kecil yang kehilangan mainannya! Lha kita kan bukan mainan ? aahh peettt -_-


Kalau menjalani hubungan seperti itu, terus dari mana kita akan belajar saling percaya? Dari mana kita akan belajar untuk saling setia ? Dari mana kita akan belajar untuk saling bertanggung jawab? Saling mendukung satu sama lain ?  Aahhh.. kayak pacarannya anak SD tau gak!

Come on!  Berpikir lebih dewasa lagi. Ini baru dalam tahap pacaran. Belum masuk ke bahtera rumah tangga. Apakah kalian yakin, dengan hubungan yang banyak larangan seperti ini bisa berlanjut kepernikahan?  lalu  hidup bahagia? Aahh TIDAK!  Gue kagak yakin, hidup lu bahagia dengan situasi kayak gini.

Eh broo, sis.. Satu hal yang perlu diingat, bahwa tujuan dari hidup dari masing-masing kita kan nyari kebahagiaan. Siapa yang gak pengin bahagia? lu milih pasangan lu, juga pasti berharap bisa hidup bahagia sama dia. Tapi bro, kebahagiaan itu akan dirasakan kalau pikiran dan hati kita itu tenang, damai. Enggak penuh paksaan, kekangan, bahkan kekhawatiran yang berlebih. Nah terus, lu pikir sekarang. Kalo cara pacaran lu serba membatasi pasangan lu, apa dia gak ngrasa dikekang ? Tentu sangat merasakan. Ibarat burung merpati tapi cuma di kandang. Padahal kalo dilepas, dia bisa lebih hebat, dan tentu gak lupa sama kandangnya.  Bro, protektif itu baik dan boleeh saja.. tapi jangan over!







Kalau terlalu Over protective gitu, terus dimana esensi dari pacaran  bukankah pacaran tujuannya untuk kita saling belajar mengenal, memahami dan mengerti  pasangan kita ? Untuk belajar saling mendukung satu sama lain ? Saling menjaga, melengkapi dan percaya satu sama lain ? 










Terus bagaimana ?

Broo.. ente yang laki-laki, dan Sis, anti yang perempuan,
Ayok belajar saling percaya, biarkan pasangan lu menjalani hidupnya dengan semestinya. Biarkan dia bergaul dengan teman-temannya yang cowok, yang cewek tidak perlu dipermasalahkan. Belajarlah untuk bisa memegang komitmen.  Bahwa ikrar cinta kalian, tidak akan saling mendusta, dan berkhianat.  Tidak perlu untuk dilarang bergaul sama ini, itu, yang penting sadar akan batasan-batasannya. Saling mendukung saja, tidak perlu melarang “jangan ikut ini, jangan ikut itu”. Biarkan pasangan lu  berkembang, belajar bertanggungjawab, dan lebih baik lagi. Biarkan dia puya banyak teman, demi untuk membangun relasi, untuk kesuksesan dan masa depannya.


Bukankah kalau seperti itu lebih baik ? Pacaran enak, gak penuh kekangan. Yang penting bisa menjaga perasaan satu sama lain. Saling percaya, gak penuh dengan prasangka. Saling memahami gak saling mencurigai. Saling menjaga, tidak saling mendusta. Kita bisa mendukung setiap kegiatan kita masing-masing. Dan yang penting, kita bisa mendewasa bersama-sama, dan bahagia bersama-sama. Kan kepenak oh yaa ?


Dah itu ajaa, semoga bermanfaat!




“Setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukan kasih sayang pada pasangannya. 
Tapi cara yang benar, adalah cara yang tidak lepas dari esensinya." 
‘hendyplasst~ 





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!


Read more...

Sabtu, 18 Januari 2014

Dia Yang Memanggilku..

0 komentar
Malam itu, tak begitu jelas jam berapa. Aku berhenti memejamkan mata karna dia.

Entah.. aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi yang jelas, dia memanggilku.. iyaa, dia memanggil namaku..

Dikamar kos yang hanya ada aku sendirian, tubuhku gemetar.. suara gemericik air yang beradu dengan suara jangkrik diluar seakan mencoba memecah keheningan malam itu.. 

Aku tidak tahu apa yang aku rasa, tapi jelas dia memanggilku. Memanggil namaku. Dan aku harus pergi menuju suara itu.

Aku bergegas bangun dari tempat tidurku dan berjalan pelan-pelan menghampiri pintu kamar. 
Aku mengintip dari jendela dalam, tapi gelap. Hanya terlihat beberapa motor terparkir tepat didepan kamarku dan Televisi disebelah kiri. 
Aku memberanikan diri untuk terus keluar. 
Perlahan-lahan aku memegang gagang pintu, dan menekannya kebawah. 
Aku keluar. Tapi Masih tak melihat siapapun disitu. "Siapa tadi yang memanggilku ? kok tidak ada orang" tanyaku dalam hati. Aku mulai merinding.

Aku langsung menoleh kebelakang, berniat untuk kembali ketempat tidur. Tiba-tiba... 
"Hen.. Hendi.." iya, terdengar dia memanggilku lagi.
Bulu kudukku kembali berdiri. Dan perlahan-lahan aku menoleh ke sumber suara itu. Kali ini aku melihat. Itu dia! Dia yang memanggilku. Kilau cahaya yang perlahan mendekati kornea mataku. Aku sama sekali tidak tahu cahaya apa itu. Tapi semakin dekat cahaya itu, aku merasa semakin nyaman. Bahkan aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan. Bulu kuduk yang tadinya berdiri seolah-olah tumbang. Rasa takut yang tadinya berpacu dengan detak jantung seolah-olah musnah. Aku merasakan kedamaian. Begitu damai. Benar-benar damai. Semakin dekat cahaya itu, semakin aku terbawa oleh suasana itu. Sampai akhirnya... aku terbangun.

Yahh.. Aku terbangun. Aku berada di atas ranjang tempat biasa aku beristirahat. Itu seperti aku baru terbangun dari tidur. Dan seolah-olah aku baru tersadar dari mimpi. Tapi cahaya itu bukan mimpi. Itu nyata. Jelas aku melihat cahaya yang mendekatiku, yang perlahan memberikan ketenangan. Jelas aku begitu menikmati kedamaian yang dia berikan. Dia begitu nyata, nyata, dan nyata. Tapi kenapa ? Kenapa aku bisa ada di ranjang ini ? 

Haahh.. itu.. segelas teh dan sepiring nasi putih lengkap dengan tempe kering dan telor dadar diatas meja. Dari mana makanan itu ? Apa yang sebenarnya terjadi. Aku masih belum bisa mengerti. 

"hen.. hen.." ( Terdengar suara dibalik pintu )

Bukan, itu bukan suara yang semalam. Itu suara Ibu Kos yang mencoba membangunkanku.

"Sudah bu.." Sambil keluar dan membuka pintu.

"Kamu semalem kenapa ? Kok bisa pingsan diluar"

"Hahh.. pingsan ? semalem aku pingsan ?" bicaraku dalam hati.

"Oh.. gak tahu ibu, terus siapa yang mindahin aku kedalam ?"

"Itu si Lutfy sama Yanuar.." sambil menunjuk ke kamar sebelah kamarku.
"Itu tadi ibu nyuruh Lutfy buat bawain makanan sama teh anget ke kamar kamu, apa sudah ada ?"

"Oh.. itu bu dimeja.."

"Yasudah cepet dimakan dulu.." Sambil kembali masuk ke rumahnya.

"Iyaa ibu, makasih banyak.."


Aku mulai mengerti sekarang. Apa yang aku alami semalam adalah nyata. Itu bukan mimpi. 
Dan cahaya itu.. Aku benar-benar melihatnya. Bahkan merasakannya. Tapi.. Cahaya apa itu ? Apa arti semua itu ?

aaaaaahh entahlah.. aku tak mau berspekulasi terlalu jauh. 
Cukup itu menjadi sebuah pengalaman!



"Plasst~





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Senin, 18 November 2013

Terhenti Tanpa Memiliki

0 komentar
Pada pertukaran rasa yang tak seimbang, aku menaruh bimbang. Ketika meneruskan hanyalah berarti menambah perih pada luka lainnya, dan berhenti juga tak menyembuhkan apa-apa. Menaruh harap pada waktu yang akan menjawab, mungkin saja percuma, sebab hatimu sudah ada pemiliknya. Sedangkan aku, hanya tamu yang diundang pada sedikit kesempatan saja.

Belum genap memiliki, tapi hati ini seperti dipaksa berhenti mencintai. Harapan sudah mencapai menara tertinggi, tapi terjatuh karena tahu kau sudah ada yang memiliki. Kornea seperti tercelik pada realita. Tadinya pinta bergegas menyapa pencipta agar lekas menyatukan kita. Tapi doa-doa itu menabrak dinding negeri utopia, menyadarkanku bahwa seharusnya angan-angan berhenti disini saja agar tak menyakiti siapapun. Andai pertemuan kita tak berbentur pada garis segitiga yang menyatukan aku, kamu, lalu dia pada sudut-sudutnya.

Pada ketiba-tibaan datangnya sebuah rasa, aku memupuk asa. Seakan tidak peduli, bahwa bagian kosong di hatimu sudah ada yang menduduki. Juga tak ingin ambil pusing dengan kenyataan yang mengharuskan kita berada pada jalannya masing-masing. Mungkin sebenarnya ada garis tak kasat mata yang menghalangi agar aku tidak melangkah lebih jauh lagi. Namun aku memilih untuk berpura-pura tidak menyadari keberadaanya.



Rasa

R - A - S - A

Empat huruf yang biasa-biasa saja namun bisa mematahkan logika. Hati tidak pernah memilih kepada siapa ia diambilalih, yang aku tahu aku jatuh cinta pada pandangan pertama hingga seterusnya. Pada sebuah keramaian dan kamu menjadi pusat perhatian sedang aku hanya duduk di pojokkan, menyaksikanmu dari belakang.

Siapa sangka kamu kamu yang seperti lampu pada saat setelah turun hujan yang memanggil laron untuk menari di dekatnya malah menghampiriku, orang yang menyatu dalam bayang-bayang gelap keramaian. Kita pecah dalam perbincangan tentang banyak hal hingga kembali utuh dalam kata kenyamanan. Segalanya aku lakukan dengan beberapa kali melakukan penolakan terhadap hatiku sendiri, kamu telah bersamanya dan seharusnya aku tahu diri. Tapi kenyataannya hanya dengan tatapan tenang luar biasa pertahananku runtuh seketika.

Bukan salah hati, jika sedikit cinta mampu mengundang rindu setengah mati. Bukan pula salah hati, jika sedikit cinta kelak menjadi alasan ada rasa yang tersakiti. Nyatanya, cinta memang Tuhan ciptakan dengan mata yang buta arah. Bisa menuju siapapun, bisa terjatuh di manapun.

Sebenarnya aku sudah lelah menjatuhkan cinta pada hati yang salah. Aku juga ingin rasaku berbalas, bukan terus menerus berbatas. Harus meminta seperti apa lagi, agar hatiku yang masih kutitipkan padamu, bersedia pulang kembali? Karena setiapku membiarkan perasaan-perasaan ini tinggal, aku takut lukaku semakin kekal.

Padahal bukannya tak kucoba mendayung perahu gerakku keluar dari zona segitigamu, tapi setiap gerikmu merangkul rasaku untuk tetap disitu. Posisiku selalu serba salah. Di sisi diri, aku tak ingin kau dirangkul oleh orang yang salah. Karena hati ini bisa membahagiakanmu dengan berlipat kali dari yang ia beri. Tapi disisi hati, aku akan menjadi sangat salah jika berulah dengan merebutmu dari dia yang mencintaimu amat parah. Tak mungkin menumpukkan luka dengan sesuka demi kebahagiaanku semata. Pada akhirnya, aku akan meminum racun air mataku sendiri karena tak berdaya meraih kamu untuk berada disisi.

Sewujud cinta tak pernah tahu dengan pasti di mana ia semestinya berada. Karena bukankah ia tumbuh begitu saja? Ini bukan pilihannya jika kemudian ia berada di antara sepasang yang sedang sebenar-benarnya merindukan rasanya pulang. Ini di luar kemampuannya, jika ia justru menjadi sosok ketiga. Sepasang mata yang tanpa henti ia tatap, mungkin karena di situlah ia merasa sudah menemukan jawab. Hingga kemudian kenyataan menjadikannya lenyap. Kemanakah ia harus melangkah? Ketika untuk menetap ialah tidak mungkin, pun untuk meninggalkan hanyalah sebuah langkah yang begitu berat.

Saat seperti ini aku ahli mencari siapa yang salah, kali ini waktu jadi korbannya. Jika saja ia mempertemukan kita lebih dulu sebelum ada janji yang mempersatu atau setidaknya andai aku tahu ada hati yang mendoakannya selalu sebelum cinta ini menjadi terlalu. Jika kebahagiaan harus diciptakan maka bersamamu adalah ketidakmungkinan.

Begitu banyak pertanyaan terjun bebas ke kepalaku tanpa jawaban yang sejatinya aku tidak tahu. Yang aku tahu aku mencintaimu, tapi akan rumit dalam realita. Setiap hari aku harus menenangkan rindu yang berteriak mencari dimana tuannya, karena senyatanya dia tidak diaku siapa-siapa. Kamu bersamanya sejak kemarin hingga hari ini, sedang aku selalu menjadi sendal jepit yang meski nyaman namun tak akan pernah digunakan dalam acara-acara peringatan.

Kamu tahu aku ada, kamu mencariku saat bertengkar dengannya lalu aku dengan mati-matian harus menahan diri bahwa orang yang aku cintai sedang bercerita banyak tentang orang yang dia cintai. Lagi-lagi aku tidak berdaya, aku menurunkan kasta, jika mencintaimu sulit, maka ijinkan aku ada di saat kau sulit.

Setoples air mata telah kutampung dengan percuma, sebab tak akan memberi pengaruh apa-apa bagi hatimu yang hanya untuknya. Sepenggal harapan hati hanya ingin istirahat menanti, setelah berjuta hari menunggumu di sini. Mencintamu itu bukan penyesalan, namun nyatanya tak ada cinta yang tak ingin diberi balasan.

Yang kuingin kebahagiaan, seperti kala sepasang mataku menyaksikan kalian berduaan. Yang kuingin kepastian, tentang tarik menarik asa dan rasa yang seperti tak ada ujungnya. Yang kuingin cinta yang sederhana; cukup sederhana hingga aku tak perlu meminta apa-apa untuk dapat merasa bahagia, hingga aku tak perlu merasa kecewa sebab keinginan tak sejalan dengan kenyataan, hingga aku tahu rasanya dicinta tanpa perlu mengiba.

Biarkan perasaan ini perlahan mengikuti aliran tanpa terlihat sebagai kesalahan, karena menurutku ini bagian dari pelajaran dalam perjalanan. Pada siapapun ia takkan mungkin menurut, sampai waktu yang tepat membiarkan ia menyurut. Meski hati begitu mengingini, tapi aku tahu batas-batas yang tak bisa dipanjati. Entah siapa yang akan menggesermu dari segala ketetapan-ketetapan perasaan, tapi aku hanya bisa menyerahkannya pada Tuhan.



Aku sedang menunggu saat yang tepat untuk keluar dari segitigamu, lalu silahkan buatlah garis lurus agar dua sudut bersatu. Yah.. garis penemu untuk dia dan kamu. Bahagialah dengan kebahagiaanmu yang serba tanpa aku. Tersenyumlah selalu meski senyumanmu lahir di balik tangisanku..
















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Minggu, 17 November 2013

Tiba - Tiba Cinta Datang..

1 komentar
Aku telah berpencar ke seluruh penjuru, ternyata pencarianku berhenti padamu. Tiba-tiba kamu tiba dan mengubah yang tiada menjadi ada, seperti cinta misalnya.Kamulah tempat pandangan kornea perlahan-lahan berpusat. Kamulah satu-satunya labirin yang membuatku rela tersesat. Kini kutemukan radar yang mampu mendeteksi keberadaanmu dengan kuat meski tak dari jarak yang dekat, mungkin lewat hati yang sudah ingin melekat.

Setiap kali kamu lewat, rasa di dada mulai bergetar hebat, namun bibir bisu merapat. Berharap ini pertanda bahwa kamulah sosok yang kutunggu, bukan yang hanya mampir sesaat. Aku mulai berharap banyak pada ini-itu, termasuk kebetulan-kebetulan yang sebenarnya tak pernah masuk akal. Berdoa semoga ini cara takdir menyatukan kita sebagai kelak yang kekal.

Bukalah pintu di dadamu, sebab telah kuketuk sejak pertama kita bertemu. Bukalah celah pada hatimu, agar anak-anak rinduku bisa berteduh dari hujan cemas; sebab menjadi yang belum pasti selalu membuatku was-was.

Dari segala perasaan-perasaan yang tersimpan, ada satu ketakutan mengapa belum juga isi hati kuutarakan. Benar aku dihampiri keraguan kalau perasaan ini sedang kubangun sendirian. Dan dibalik ketidaktahuan, cinta tak sama sekali kamu rasakan. Tapi aku berdoa, semoga kesempatan masih diberikan agar hatimu tak berpenghuni dan pada suatu waktu hatimu bisa kucuri.

Mungkin keberanian belum bermain dalam arena permainan karena dulu kekecewaan lahir sebagai juara bertahan. Tapi kini kuletakkan percaya pada tingkat pertama diatas segalanya. Karena jika hanya menaruh mata pada masa lalu, selamanya akan terkubur disitu. Jika benar cinta milik orang yang percaya, aku akan memulainya lewat mempercayai cinta yang masih berwujud pinta. Jika benar cinta milik orang yang percaya, seandainya kecewa lagi-lagi tiba aku akan menganggapnya sebagai guru pendewasa.

Sementara setiap pertemuan selalu membawa kepada ketidakpastian, entah mengapa aku justru terus memupuk nyali. Sebab pada hati yang sama, aku terjatuh berkali-kali. Seakan aku percaya sepenuhnya pada takdir yang kelak akan menjadikan kita sejoli. Namun aku mengerti, bahwa hal yang paling buruk sekalipun bisa saja terjadi. Kamu memilih lain hati, misalnya.

Yang perlu kamu tahu, tak mengapa aku diminta terus menunggu, jika pada akhirnya tetap padaku hatimu menuju. Tak mengapa aku diminta terus bersabar, jika pada akhirnya tetap untukku rasamu menyebar. Juga, tak mengapa aku harus menghentikan rasa, jika pada akhirnya tetap bukan padaku kamu menitip cinta.

Aku tak peduli dengan kekhawatiran tentang harapan yang akan pupus, pun pada luka yang nantinya akan membius. Padamu aku ingin menetapkan titik fokus. Aku tahu ini terlihat tiba-tiba, tapi sungguh hati tak mengada-ada. Jika bisa kuelakkan teori gravitasi yang menantangi hati untuk terlempar lebih jatuh lagi, pasti kulakukan. Tapi mungkin begini kerja cinta yang sulit dibaca logika, tak bisa kita bermatematika atau memakai rumus-rumus yang tersimpan dalam kepala. Selama apapun memutarinya, takkan bertemu jalan keluarnya. Karena cinta bekerja lewat cara rahasia.

Sungguh, aku lelah dipermainkan hatiku sendiri. Rasanya ingin tanyakan segera: akankah kamu memilihku, atau yang bukan aku?

Ketidakpastian memang indah, membuat kita berdebar dan banyak menduga. Namun apalah yang lebih indah dari kepastian yang sesungguhnya, ketika ada rasa yang saling berkata ‘iya’ untuk sebuah keadaan ‘bersama’?

Sampai kapan harus menunggu agar takdir kita saling menjemput? Sampai kapan harus menunggu agar cinta kita saling menyambut?

Sampai Tuhan mengizinkan, tentu saja. Ya, aku sebetulnya tahu jawabnya, namun aku terlalu tak sabar untuk segera melaluinya.

Kedatanganmu yang tiba-tiba memang mengejutkan seisi hati. Ada tanya yang menggerogoti, “Siapkah jatuh, hati?” Setelah kuloncati satu persatu peristiwa yang menghadirkan kita ditengah-tengahnya, aku sadar jika saja semua terlewati tanpamu pasti semudah itu muncul rindu. Tanpa perlu kupompa keluar, rindu sudah menunggu di luar pagar. Berkali-kali lagi bahagia pun dibawa oleh kedua tanganmu disetiap kedatanganmu.

Lewat cara-cara sederhana, aku telah jatuh cinta. Meski dikunjungi tiba-tiba, aku tak ingin kamu keluar sebagai pengunjung, tapi inginku sebagai pengisi satu-satunya relung. Menghitung hari tidaklah menjadi mudah bagiku, sebab setiap detik waktu selalu mendesak untuk bertemu. Juga tak mudah untuk mencoba tenangkan inginku yang hanya kamu, mungkin begitulah mencinta tanpa jemu.

Pada akhirnya nanti, yang kupunya hanya harap dan doa dalam kotak hati. Semoga semesta memberi jalan yang pasti agar kamu datang membuka kunci, kemudian kita saling memiliki. 

















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Rabu, 06 November 2013

Happy Birthday to you..

0 komentar




“Happy Birthday to you.. 

Happy Birthday to you.. 

Happy Birthday.. Happy Birthday.. Happy Birthday to you....”







Hallo,, Happy Milad yang ke-19 yah.. Semoga Sehat selalu.. Panjang Umur... Banyak rezeki.. Tambah Pinter.. dan Diberi kemudahan dalam mencapai impian.. Amiin... 



Oiyaa.. Sekarang Jam menunjukkan Pukul 23.57 ini adalah menit – menit terakhir di penghujung hari ulang tahunmu.. Sebenernya seharian ini adalah hari yang berat buatku, karena aku harus melawan ego dan ambisiku, demi untuk bisa mengucapkan semua ini terakhir dihari ini.

Aku memang sengaja mengucapkan semua itu sekarang, dan tidak secara langsung, kenapa ?

Ketika semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang yang mereka sayang, aku justru ingin mengucapkan ini terakhir di penghujung hari tepat dimana kamu berulangtahun. Karena Aku tahu posisiku sekarang.. aku gak mau jadi yang pertama ngucapin karna aku sadar, bahwa ada seseorang yang lebih pantas dan berhak untuk itu. Aku juga tak mau mengucapkan itu ditengah hari, karna aku punya perasaan lebih dan aku tak mau jika disetarakan dengan teman-temanmu yang lain. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengucapkannya di penghujung hari, tidak secara langsung dan berharap jadi yang terakhir ngucapin.



Karena bersama ini aku juga berharap nantinya aku menjadi orang terakhir dihati dan cintamu.. Aku adalah titik henti, dimana kamu melabuhkan hati dan cintamu seutuhnya.. Dan menjadi yang terakhir yang akan mendampingimu sampai Tuhan menutup usia kita, kelak di waktu senja. Semoga saja..















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Minggu, 03 November 2013

Titik Henti!

0 komentar
Kupikir, semesta akan mengetuk perlahan kedua kelopak mataku, lalu menyadarkan dari mimpi yang ketinggian. Nyatanya, ia mengejutkan dengan sebuah kenyataan, bahwa kebahagiaanku selama ini sedang menikmati bahagianya yang tanpa aku.

Kini, seringkali aku bertanya-tanya, adakah hujan di tempatnya berpijak? Atau di sekeliling terasa seperti musim semi selamanya?

Semisal ada yang menyebut ini cinta, barangkali hatiku langsung menyetujuinya. Namun akalku, bilang tidak. Sebab akupun tahu, jika cinta tak baik kurelakan begitu saja.

Ini sudah bukan tentang musim yang terus berganti. Ini tentang hati, yang bersikeras masih menanti, meski tak ada yang pasti.

Tanda tanya besar mengganggu dalam benak, sibuk mempertanyakan nyata atau tidak.Di satu sisi aku merelakan bahagiamu, namun di sisi lain bertanya-tanya mengapa bukan denganku. Di satu sisi aku enggan untuk lebih lama menunggu, di sisi lain barangkali masih ada harapan untuk kita bersatu. Ternyata tak semudah itu menjadi rela, meski untuk melihatmu bahagia.

Semakin aku merasa ini tak adil, semakin pedih terasa di hati. Percuma terus begini. Toh aku di sini, kamu dengannya, kita tak mungkin bersama. Baiknya kupadami saja segala bara yang masih menyebut namamu tanpa jeda, agar luka ini tak kubiarkan terus menganga. Baiknya memang kita tak lagi saling menyapa, sebab sepatah kata darimu mampu memanggil jutaan debar di dadaku.

Seperti tahu betul kelemahanku, semesta selalu menghadirkan kamu. Atau mungkin aku yang diam-diam mengantarkan kenangan tentangmu, hingga pada titik yang terdekat. Berbagai macam hal yang semesta suguhkan, mengapa kamulah garis akhir dari segala ingatan?

Rasanya aneh, ketika ingin pergi dari hati yang tak pernah dihuni. Barangkali sama seperti melepas yang tak ada dalam genggaman. Rasanya aneh, ketika harus merelakan hati yang tak pernah dimiliki. Barangkali serupa meninggalkan tempat yang belum sempat kujejaki. Rasanya aneh, ketika harus terluka sebab sesuatu yang kuanggap cinta, padahal kamu tak pernah menganggap itu ada. Barangkali serupa menangis tersedu, namun tanpa air mata.

Barangkali serupa aku yang kepadamu, dan titik takdirku yang hanya ingin henti di situ.

















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Rabu, 30 Oktober 2013

Kepulanganmu Yang Sementara

0 komentar
Aku bosan terus-terusan terjerumus dalam rasa kehilangan. Apalagi jika kamulah penggerak di balik setiap alasan. Aku pun bosan harus memakan kata-kata manismu, hasil pelarian dari pahit yang mampir dalam hidupmu.

Jika ada dia, aku harus sukarela menyingkir. Jika tidak ada dia, aku diharuskan hadir. Pelampiasan atau sebuah permainan? Atau aku yang terlalu bodoh tak bisa melihat batas harapan dan kenyataan?

Kakiku berlari menjauhi titik-titik pencipta luka. Tapi saat aku nyaris mantap untuk pergi dari arenamu, ada saja tarikan-tarikan penggoda untuk tetap disana.

Pada langkah yang hampir terhenti, kamu ada. Pada harap yang perlahan memudar, kamu hadir. Tersisalah aku dengan sebuah keadaan, di mana arah yang semestinya kutuju masih samar. Entah harus terus berjuang atau memang tak perlu keluar sebagai pemenang. Kebahagiaanku masih terombang-ambing, aku terpaksa mengikuti ke manapun ia ditempatkan.

Pada kepulanganmu yang berulang, ada kata selamat tinggal yang siap-siap kembali kujelang. Kata selamat tinggal yang kuharap tak pernah lagi kudengar. Aku ingin kamu tetap di sini, mencipta bahagia dari dua sisi bukan mencari bahagia kita sendiri-sendiri.

Akankah semua inginku hanya sanggup menjadi angan? Tak bisakah segalanya jadi kenyataan? Sebab rasa ini nyata, namun kedekatan kita hanya sebatas ini saja.

Setelah berperang dengan dirimu yang dirasuki perubahan, akhirnya kamupun pulang. Satu sapa pun bisa merapikan keretakan yang sempat tercipta. Satu senyum yang tulus darimu pun meluluhkan kaki yang nyaris melangkah dengan tekad serius. Angan terus berlanjut, tanpa ada kepastian yang bergelayut.

Seandainya tidak ada dia, apakah kamu akan memperjuangkan kita? Aku takut jika nanti tumbuh cinta yang lebih besar lagi. Lalu kapan waktuku untuk menyediakan cinta? Lalu kapan seutuhnya kamu ada buatku?

Mengapa kamu pulang hanya untuk singgah, kemudian justru pergi lagi?

Mengapa kamu ke sini, namun sangat terlihat jelas bahwa dengannya kamu masih jatuh hati?

Sepasang mata ini mengharap temu, kedua tangan ini mendambamu. Sebab kebahagiaan terasa utuh dan sederhana kala kita bersama. Sebab senyuman tak sanggup terkata di saat kita berjumpa. Tidak bisa kamu di sisi untuk selamanya? Lalu tetapkan pilihanmu sehingga tak perlu ada angan yang merasa dimainkan.

Titik akhirnya, memang aku yang harus selalu rela. Datang dan pergimu hanya repitisi percuma yang entah mengapa tetap saja mampu membuat bahagia. Sederhananya, bahagiaku tertitip di kamu. Jika kamu menuju arah yang bukan aku, begitupun bahagiaku menjauh. Entah hingga kapan harus terikat padamu. Sebab jatuh hati ini telah terlanjur, tak mungkin aku bisa mundur.

Izinkan aku membuktikan bahwa hati ini pun berhak disuguhi kesempatan.Dengan ramuan rasa sederhana, aku akan membangunkanmu dari hibernasi lelahnya kepercayaan hati. Aku akan melahapmu separuh, biar kamu tahu ke mana ruang itu kau berikan dengan utuh. Aku menunggu sampai kamu mengandalkanku bukan hanya saat butuh, tapi karena akulah prioritas bahagiamu terisi penuh.

Kebahagiaanku kini masih bertumpu pada ketidakpastian. Entah kapan, tapi pasti kita akan bahagia dengan pelengkap pilihan Tuhan. Tapi untuk sekarang, doaku masih menyelipkan namamu sebagai penghantar kebahagiaan.








Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Senin, 28 Oktober 2013

Bersabarlah, Hati !!!

0 komentar



Tak pernah terpikirkan sebelumnya, saat-saat seperti ini akhirnya datang juga. Ketika diri sendiri merasa terlalu sepi untuk lari dari sunyi, namun terlalu enggan mencari yang mampu mendampingi. Seakan cinta di dalam dada terlampau berharga untuk diberikan begitu saja. Seakan kosong di dalam hati terlalu kecil untuk bisa kututupi sendiri, padahal tidak. Semua bagai berpura-pura, namun bukan begitu sebenarnya. Aku hanya tak mau bermain lama-lama dengan cinta, hanya ingin satu dan itu untuk selamanya.

Jika mencintai berarti memberi hati seutuhnya, aku tidak ingin mempertaruhkannya pada yang mahir meretakkan. Karena tidak pernah ada yang tahu telah sejauh apa aku memunguti serpihan itu satu-satu, mengumpulkannya, lalu menyatukannya lagi hingga sempurna, hingga tak ada luka. Setelah sembuh, lalu semudah itu seorang baru merobohkan hatiku hingga lagi-lagi runtuh?

Aku tahu, tak baik terus begini. Bagaimana bahagia bisa mendatangi, jika membuka hati saja aku tak berani? Dengan alasan apapun, yang punya awal pasti kelak berakhir. Meski sudah melangkah paling hati-hati, kuyakin ada saatnya hati akan sakit kemudian sembuh sendiri. Namun aku lelah terus menerus terjebak pada repitisi yang sama. Seseorang datang, mendekat, bersama, sakit, lalu berujung aku, atau dia yang luka.


"Jika boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir. Agar tak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir."


Tapi inilah perjalanan. Kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang semesta beri. Sejuta tempat singgah, berkelana hingga berdiam di titik lelah, masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah.

"Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya dan bukan bagaimana caramu mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan dan mendewasa dalam setiap pilihan."

Di dasar hatiku pernah terletak beberapa nama. Di sela-sela tiap mula ada ketakutan yang sama, tentang hubungan yang berujung tanpa bersama. Tapi ini mungkin hanya soal bertoleransi dengan waktu. Jika cinta sudah mendatangi, sekeras apapun kamu menolak, ia pasti akan menang telak.

Jika ini hanya perihal waktu, aku tahu aku pintar menunggu. Namun barangkali, ini lebih dari itu. Sebab katanya, Tuhan hanya memberi sesuatu jika kita telah betul-betul siap memilikinya. Mungkin saja ada yang memang belum betul-betul siap, mungkin saja aku, mungkin saja kamu, mungkin saja... entah. Meyakini hal-hal semu memang tak mudah, tapi lebih baik daripada menjatuhkan diri pada kesedihan yang salah.

"Bersabarlah, hati. Yakinilah, di lain hari, kita akan lebih bahagia daripada ini."









Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Minggu, 27 Oktober 2013

maaf, aku masih cinta !!!

0 komentar
Tak perlu jadi yang paling pintar untuk tahu bahwa kenyataan tak selamanya sesuai harapan. Kita yang semula sulit terpisahkan, kini bertolak belakang. Dulu, kamu hanya ingin denganku, aku juga hanya ingin denganmu. Tapi ternyata hanya keinginanku yang terus bertahan seperti itu.pho

Dari hati yang terdalam, izinkan aku mengucap maaf. Maaf, aku terlanjur mencintamubegitu dalam. Maaf, aku merasa memilikimu, dan masih ingin begitu hingga sekarang. Maaf, tak seperti kamu, aku gagal menerima keadaan bahwa kita sudah tak sejalan.

Entah siapa yang semestinya kusalahkan; ekspektasi yang ketinggian, atau semesta yang terlalu terlambat untuk menyadarkan. Aku butuh lebih dari sekadar waktu, untuk memahami bahwa kita sudah tidak seperti dulu lagi. Untuk memaklumi, bahwa hubungan kita sudah tidak seakrab dulu lagi. Untuk mengerti, bahwa aku sudah tidak seberarti dulu lagi. Khayal masih menerbangkanku begitu tinggi, tanpa kusadari bahwa sepasang tanganmu tak ada untuk menangkapku nanti.

Sungguh, aku turut bahagia jika kamu baik-baik saja. Namun apakah kamu tahu bahwa ‘telah terganti’ ialah tamparan keras bagi hati?

Kuharap kamu pernah mengajariku agar mengerti bahwa kelak posisiku akan terisi. Agar bisa kuterima bahwa bukan lagi aku yang kamu butuhkan saat ini.

Lalu aku bisa apa? Sementara luka kujahit sendiri, kamu di sana sudah tak lagi ambil peduli. Andai sedikit saja kamu mau menoleh lagi, lihat aku. Masih di sini, masih membuka hati, masih menganggap kamu lebih dari berarti.

Aku belum terbiasa untuk mengakui bahwa dia yang lebih bisa. Aku belum mampu untuk mengakui bahwa kini dialah tujuanmu. Kukira aku selamanya jadi yang kamu butuhkan, ternyata itu sebatas harapan. Kupikir tak ada yang bisa sepertiku dalam hidupmu, ternyata kamu menemu ia yang dengan mudah menggeser seorang aku.

Perubahan ini terjadi tanpa persiapan, kesadaran ini datang tanpa keberadaanmu. Maaf, bila yang kubutuhkan masihlah kamu di saat kamu sama sekali tidak. Kini, izinkan aku untuk membenahi lagi serpihan-serpihan yang masih berbentuk retakan. Sementara kamu, pergilah dengan sepasang tangan yang kausebut kebahagiaan.

Aku di sini, akan belajar merelakan posisi yang sudah terganti.









Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Selasa, 28 Mei 2013

28 Mei 2013

0 komentar




“Selamat ulang tahun”





Untukmu yang berulang tahun,
Tidur lah dengan lelap..
Jangan hiraukan semua yang mengganggu tidurmu..
Beristirahat lah dengan damai di ranjangmu..
Lupakan semua yang meresahkanmu esok,
Karena besok adalah hari istimewa kamu..





Bergerak lah perlahan hai sang waktu..
Berhenti lah sejenak walau tuk sekali saja..
Karena kali ini aku tak boleh terlambat..
Karena ada ucapan selamat ulang tahun,
yang harus sampai tepat waktu..



Selamat ulang tahun aku ucapkan..
Biarpun tak semahal berlian,
Meskipun tak sewangi bunga mawar,
Dan tak seindah rangkaian puisi,
Hanya kalimat sederhana yang merangkum semuanya..
Dengan doa di setiap kata yang terucap..



Haruskah meniup lilin ketika kamu berulang tahun?
Pentingkah saling melempar kue yang tak termakan?
Perlukah kita membiarkan diri berfoya foya?



Kadang hadiah terbaik,
Datang dari sebuah pemahaman..
Maka merenung lah sejenak di hari kelahiranmu..
Kamu sudah bertambah dewasa sekarang..
Selamat ulang tahun..



Ketika waktu tlah berganti..
Terdengar lembut angin malam menyapa..
Walau tak membawa kehangatan,
Tapi kesejukan hati yang didapat..




Dengan beribu berkah dari yang Kuasa..
Begitu Besar Rahmat-Mu Ya Illahi..
Begitupun harapan padamu yang saat ini ber-Ulang Tahun..
Tiada kado istimewa yang dapat aku berikan..
Hanya doa dan harapan yang terbaik,

untukmu...

Selamat ulang tahun..






















Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Senin, 06 Mei 2013

Ketika Aku Mencintaimu

0 komentar



Ketika Aku Mencintaimu..


Saat Aku Mencintaimu..


Aku belajar memahami..
Saat kamu dalam ketakutan..
Saat kamu Tertekan, dan
Saat kamu tak bisa berbuat..

Aku Belajar Bersabar..
Saat kamu suruh aku menunggu..
Saat kamu diam tanpa tidakan..
Saat kamu Hanyut dalam permainanmu, dan
Saat Kecemburuan berkoar didalam dadaku..

Aku Belajar Mengerti..
Saat kamu bilang ini sulit..
Saat kamu bilang "Aku Gak bisa"..
Saat kamu mengadu lalu mengeluh, dan
Saat kamu kembali terluka..

Aku Belajar bertahan..
Saat semuanya dikuasai ketidakpastian..
Saat semua yang ada hanya kepalsuan, dan
Saat semua orang menggunjing dan berkoar tentangmu..

Kamu tahu..?

Ketika Aku Mencintaimu..

Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu..
Aku selalu berusaha untuk menjaga senyummu..
Aku selalu berusaha memahami, bersabar,
Mengerti dan bertahan dari semua keadaan,
Walau dengan keterbatasan dan ketidakberdayaan untukmu!!

Aku melawan keegoisanku, menjaga sikapku,
bahkan aku berpura-pura bodoh tak tahu apa-apa, dan
Aku berpura-pura lemah itu untukmu..
Agar kamu bisa dewasa karna keadaan dan usahamu..
Karna Aku tahu kamu, masa lalumu, dan semua tentangmu..

Begitulah cintaku..
Memberimu kebebasan..
Memberi segala pengertian..
Dan memberimu kesempatan untuk kedewasaanmu..

Karena aku ikhlas.. aku tulus..
Dalam mencintaimu..

Tapi sekarang semuanya tak berarti apa-apa..
Aku.. Kamu.. kini sudah berbeda..
Jalan yang kau pilih lain, bukan Aku.. bukan diriku..
Dan bukan cintaku..


Tapi pada akhirnya semua itu menyadarkanku..
Bahwa cintamu bukanlah aku..
Biar saja kusimpan rapi, setidaknya aku dapat banyak hal darimu..
Biar ini menjadi kenangan, Ketika Aku Mencintaimu..



"Plasst~





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Rabu, 01 Mei 2013

Aku Belajar Dari Cinta ~

0 komentar





Ketika aku mencintaimu :

Aku belajar mengasihi,
Tanpa mempertanyakan mengapa...

Aku belajar menerima kekurangan,
Saat egoku berkata "aku ingin yang sempurna"..


Aku belajar menyimpan egoku,
hanya untuk sebuah pengertian..

Aku belajar bertahan,
dalam ketidakpastian..

Aku belajar mengikhlaskan ..
walau setengah mati aku menanggungnya..


Aku belajar melawan amarah,
Karena kutahu itu hanya akan
membuatmu bermuram durja..

Aku belajar mencinta hal yang tidak kusuka,
Karena aku begitu bahagia,
Melihatmu tertawa karena hal yang sederhana..

Aku belajar memaklumi kesalahan dan
aku berkata "aku memaafkan'
tanpa kau awali dengan permintaan..

Aku belajar berkata "tak mengapa"
Asal kutahu, kau baik-baik saja..


Dan kini aku harus belajar melupakanmu,
yang tak tahu entah bisa atau tidak..
Tapi ku lakukan semua atas nama cinta..

Ini Cinta.. Bukan Egoku..







Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Selasa, 30 April 2013

Beri Aku Waktu

0 komentar




Tak mudah..
Untuk menghapus semua rasa..
Terlalu sulit..
Untuk melepaskan hati yang sudah tertambat kuat..

Ini cinta..
memang sudah di luar duga..
ia masuk melalui sel darahku..
Dan telah menjadi bagian dalam detak jantungku..

Terlalu berat..
Untukku terus mencoba..
Untuk bisa melupakanmu..
Untuk bisa menghapus memori tentangmu..

Tapi biar ku coba..
Entah sampai kapan ku bisa..
Beri saja aku waktu,
Biarkan aku terbiasa..
dan semuanya menjadi bisa..

Aku, Kamu jadi biasa..
bersama tanpa adalagi rasa..






Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!


Read more...

Kau Bukan Untukku..!! (Created : "Nok~DS)

0 komentar



Wajahmu.. Hatimu.. dan Tentang Dirimu.. Masa laluku..
Berada di dalam hatiku..
Sejak awal bertemu, aku tau rasa itu..
Namun tak mungkin aku untuk memilihmu..
Dan tak mungkin untukku tuk ngkapkan cintaku,
untuk menggapai cintamu..


Walau rasa di hati inginku memilikimu..

Jika harus berkorban walau harus menunggu selamanya..

Aku tau, Kau Bukan Untukku..




Created : "Nok~DS




Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Sabtu, 27 April 2013

Di PHP-in ?

0 komentar




Khusus bagi kamu yang merasa di PHP-in atau mungkin cinta kamu tak terbalas, yang bikin hati kamu jadi gak menentu, kacau, galau, dan tak tahu harus bersikap bagaimana, berikut 11 Tips dan cara mengatasi masalah di PHP-in atau Cinta tak terbalas :

  1. Terima kenyataan bahwa si dia tidak merasakan perasaan yang sama. Jika terus percaya dan berharap, usaha move on pasti semakin sulit dilakukan.
  2. Pahami alasan mengapa dia seperti itu, mengerti dengan baik alasan tersebut bisa membantu anda cepat-cepat melupakannya
  3. Stay positive. Maksudnya, jangan biarkan situasi ini mempengaruhi perasaan anda seluruhnya. Patah hati karena di PH-in atau Cinta tak terbalas bukan akhir dari dunia.
  4. Melupakan seseorang yang dicinta memang tdak semudah mengembalikan telapak tangan. Namun, Anda bisa mencoba dengan cara lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, teman. Yakinlah masih ada orang yang perhatian dan menyayangi kita.
  5. Punya pekerjaan atau Hobi tertentu ? Jika belum, temukan dengan segera. Menyibukkan diri dan menjaga diri tetap sibuk juga bermanfaat untuk mengalihkan perhatian Anda.
  6. Di PHP-in atau cintanya tak terbalas memang menyakitkan. Namun bukan berarti masa depan anda sudah hancur. Tetaplah berusaha FOKUS demi kehidupan masa depan Anda.
  7. Jika si dia tidak bisa merasakan perasaanmu, jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Percayalah suatu hari nanti Anda akan menemukan pasangan yang ideal dan yang baik buat anda.
  8. Melakukan pelarian memang bukan saran yang terbaik Tapi anda boleh mencoba berkencan dengan beberapa orang. Ingat, jika anda tidak berniat serius, jangan sampai menyakiti hati teman kencan anda. Senua ini dilakukan agar Anda lekas move on.
  9. Jika anda sudah pernah merasakan pengalaman yang serupa, itu artinya Anda bisa menjalaninya sekali lagi.
  10. Hentikan diri Anda dari percakapan yang melibatkan dia. Berusaha menggali luka tidak akan memperbaiki perasaan anda.
  11. Tanyakan kepada diri Anda, "Kenapa aku masih berharap kepada orang yang tidak serius dan benar-benar mencintaiku ?" berkali-kali. Anda akan sadar dan akhirnya move on.




Semua itu hanyalah gambaran bagi kamu bahwa ada yang lebih penting dari pada terus memikirkan dan berharap dari sesuatu yang tidak pasti.

"Kita hidup memang karena cinta, tapi kita tidak boleh mati hanya karena satu cinta.."

Cobalah untuk mencari dan melakukan sesuatu yang bisa membuat kamu senang. Yakinkan diri, kesenangan hatimu adalah patut diutamakan daripada terus memikirkan atau berharap si dia yang tidak serius denganmu.

"Karena pada akhirnya, kecintaanmu pada dirimu sendirilah yang akan menjadi sumber kekuatanmu.."






Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...

Selasa, 23 April 2013

APA ARTI HIDUP ???

0 komentar






Coba tanya diri anda masing – masing. Apa arti hidup menurut anda?

Hidup adalah …. .

Coba isi titik – titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.

Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. 

Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.


Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib !!!

Sekarang, bagaimana kita sebagai orang beriman seharusnya memandang kehidupan?



Terjemahan Q.S. Al – Hadid ( 57 ) Ayat 20 :


Ketahuilah, sesungguhanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam – tanamannya mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.


Note that : hidup adalah permainan. Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang – senang?

Pahami konteks keseluruhan tersebut. Pemahaman yang coba di ajarkan Tuhan melalui (terjemahan) wahyu ini adalah bahwa hidup adalah sebuah permainan yang jangka waktunya pendek, maka dari itu kita harus menjadi pemain dari “permainan kehidupan”, bukannya main – main dalam kehidupan.

Maksudnya?

Pemain adalah mereka yang memainkan permainan dengan serius. Cermati contoh ini : pemain sepak bola. artinya? Mereka yang bermain sepak bola yang serius mengikuti permainan sepak bola dan mematuhi peraturan – peraturannya.

Sekarang perhatikan mereka yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola yang sungguh – sungguh : contoh, Lionel Messi. Apa yang Tuhan berikan kepada Messi yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola? kehidupan yang luar biasa, penghasilan yang melimpah, popularitas, jutaan penggemar, dll.

Itu baru menjadikan diri sebagai “pemain” sepak bola yang notabene dibatasi oleh 2 X 45menit  dalam lapangan rumput persegi dan bola bundar.

Bisa bayangkan apa yang akan Tuhan berikan jika anda menjadi “pemain” dari permainan besar kehidupan? Menjadikan diri anda seorang manusia profesional yang mengikuti peraturan dunia dan “bermain” / menjalani kehidupan dengan serius?

Imagine that !!

Tanya kembali diri anda : Apa arti kehidupan bagi anda?









Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!
Read more...